Surabaya (beritajatim.com) – Masih ingat dengan Nintendo, Tamiya hingga Hot wheel. Generasi 90 an pasti mengenal jenis mainan yang dulunya dianggap teknologi tercanggih di era tahun 90 an.
Namun seiring perkembangan teknologi mainan itu kini sudah tak dikenali lagi terutama oleh generasi X dan Y. Namun bagi sebagian orang mainan itu memiliki nilai sejarah dan penanda waktu.
Bahkan mainan lawas itu bisa bernilai jutaan bahkan ratusan juta di tangan penggemar mainan legendaris. Sebut saja Nintendo yang bisa berharga Rp 5 juta atau Tamiya seri khusus yang bisa berharga puluhan bahkan ratusan juta.
“Bahkan tak jarang para penggemar mainan lawas yang rela merogoh kocek agak dalam demi membeli mainan lawas yang bekas bahkan ada yang rusak. Ditangan mereka di rakit lagi menjadi mainan yang memiliki nilai estetik yang tinggi,” beber M Yakup Dwi S, Inisiator Toystopia, sebuah ekosistem para kreator mainan dan pecinta mainan, saat menggelar pameran Toystopia di Aiola Canteen MERR, Jumat (18/2/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”mobil”]
Dalam kegiatan bernama Toystopia Project ini Yakup dan timnya tak hanya menggelar pameran mainan langka serta custome mainan dari sampah. Tetapi juga ada workshop, talkshow hingga pop art market pun tersedia.
“Mainan ini tak hanya mengandung kenangan tetapi juga mampu menghasilkan uang puluhan juta dari hobby mengutak atik sampah mainan,” terangnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Marketing and communication Aiola, Angriyan Permana yang mencoba memberikan ruang promosi bagi para kreator mainan.
“Apalagi saat ini kegiatan pun dibatasi. Dan kami membuka space untuk promosi kreator sehingga bisa terbantu,” tandasnya.[rea]






