Lamongan (beritajatim.com) – Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, diketahui bahwa warga yang terpapar Covid-19 di Lamongan mengalami kenaikan menjadi 106 orang.
Menyikapi data tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Lamongan, Munif Syarif menyampaikan jika pihaknya telah memberlakukan kebijakan 50 persen Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi lembaga pendidikan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19.
“Kita lakukan kebijakan 50 persen PTM untuk siswa SD hingga SMP yang ada dalam naungan Dindik Lamongan,” kata Munif Syarif, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/2/2022).
Tak cukup itu, Munif Syarif mengungkapkan, jika pihaknya juga sudah menggelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MMKS), pada Selasa (8/2/2022) kemarin, dalam rangka membicarakan soal PTM secara khusus.
Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu pijakan instruksi dari Bupati soal PTM 50 persen yang nantinya akan ia lanjutkan melalui surat edaran.
Sehingga, menurut Munif, untuk saat ini, pola pelaksanaan PTM 50 persen ini skenarionya diserahkan ke masing-masing lembaga pendidikan, baik tingkat SD maupun SMP.
“Pijakan saya nanti melalui instruksi Bupati. Untuk sementara sebelum ada instruksi bupati, kami intens turun ke sekolah untuk menyampaikan kebijakan PTM 50 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Munif mengaku, ia juga mengintruksikan kepada sejumlah kepala bidang (Kabid) di Dindik untuk melakukan sosialisasi dan memantau perkembangan proses pembelajaran.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Selain itu, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan para dokter di Satgas Covid-19 Lamongan untuk menggali informasi penting tentang perkembangan seputar Covid-19, utamanya di Lamongan.
“Kebijakan itu harus kita ambil sebagai langkah ikhtiar dalam menekan penyebaran Covid-19 di Lamongan, khususnya di lingkungan sekolah,” terangnya.
Terakhir, Munif berharap kepada semua lembaga sekolah, mulai SD sampai SMP agar tetap mematuhi protokol kesehatan. “Memakai masker, cuci tangan memakai sabun di air mengalir dan menjauhi kerumunan harus jadi kebiasaan hidup baru,” pungkasnya. [riq/but]






