Surabaya (beritajatim.com) – Jalur tengkorak jalan Mastrip Kota Surabaya kembali memakan korban. Kali ini, Suripto Suprianto (47) beserta istrinya Fitria Handayani (45) warga Pulosari harus meregang nyawa usai Honda Revo L 4467 ID yang mereka kendarai tergencet oleh truk yang dikendarai Ismono (50) warga Manukan Wetan, Selasa (08/02/2022).
Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Khaerul Anwar menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari dumptruk yang dikendarai oleh Muzaki melaju dari arah Surabaya ke Gresik.
Tepat di depan pabrik panci, truk menghindari sepeda motor yang berada di depannya lalu membanting setir ke kanan. Setelah itu menabrak truk yang dikendarai oleh Ismono (50) warga Manukan Wetan.
“Dua truk adu moncong dari berlawanan arah,” ungkap Anwar.
Namun nahas, di belakang truk yang disopiri Ismono tersebut ada sepeda motor yang dikendarai oleh Suripto. Dia belum sempat mengerem sehingga tergencet dan terlindas truk.
“Truk nopol L 8167 WK, terdorong ke belakang dan menabrak sepeda motor Honda nopol L 4467 ID dan motor Honda L 2787 GQ yang berjalan dari barat ke timur, sedangkan dump truk banting setir ke kiri menabrak motor Honda nopol W 2245 YG, yang berjalan dari barat ke timur,” tandas Anwar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-surabaya”]
Khaerul menambahkan, untuk korban yang meninggal dunia langsung dievakuasi ke Kamar jenazah RSUD dr Soetomo. Sementara itu, korban yang masih hidup mendapatkan perawatan di RS Muji Rahayu.
Menurut Anwar kecelakaan terjadi karena human error atau kurang hati-hati saat berkendara. “Barang bukti kendaraan dan sopir truk yang terlibat sudah kami amankan di Kantor Unitlaka Salantas Polrestabes Dukuh Pakis,” pungkas Anwar. [ang/but]






