Banyuwangi (beritajatim.com) – Di Banyuwangi, Dewa Budjana berhasil menciptakan dua lagu. Musisi asal Bali yang juga pentolan band Gigi, mendarat ke Banyuwangi untuk berkolaborasi dengan seniman lokal.
Dewa Budjana menampilkan aksinya di Taman Gandrung Terakota, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Dari tempat inilah inspirasi dua lagu ciptaannya itu tercipta.
Dua lagu tersebut adalah “Mata Hati” dan “Kaja Kangin”.
Lagu “Mata Hati” memiliki arti pengungkapan perasaan dan pandangan manusia. Semuanya bisa diwujudkan pada ketulusan yang hanya ada di mata hati.
“Mata hati kita semua manusia bicara itu mudah, tapi sulit mengungkapkan perasaan dan pandangan tapi yang penting ketulusan kita cuman ada di mata hati,” ucap Budjana.
Sementara, “Kaja Kangin” merupakan bahasa Bali. Kata “Kaja” merupakan simbolisasi gunung, dan “Kangin” mewakili matahari.
“Inspirasi saya saat melihat foto-foto Ijen di Taman Gandrung Terakota. Luar biasa tempat ini. Selama seminggu disini saya mendapatkan banyak hal,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
Lagu-lagu ini sempat ditampilkan bersama penari gandrung dan seniman Banyuwangi dalam pertunjukan seni pada akhir pekan lalu di Taman Gandrung Terakota, sebuah tempat berisikan jejeran patung penari Gandrung dengan lansekap sawah yang indah.
Petikan gitar berkolaborasi dengan tabuhan gamelan dan angklung Banyuwangi mampu menghadirkan lagu instrumental yang mempesona. Dua minggu, pria dengan keahlian bermain gitar itu berada di ujung timur Pulau Jawa.
“Saya seneng banget dengan musik tradisional walaupun saya tidak bisa main karena kebanyakan karya saya itu lebih modern. Saya senang dengan kolaborasi dengan musisi Banyuwangi,” ujar Budjana. [rin/but]






