Surabaya (beritajatim.com) – Bubble tea atau boba nyatanya masih banyak diminati masyarakat. Toping yang kerap disandingkan dengan minuman sejenis teh ini memiliki cita rasa cukup manis dan tekstur kenyal. Tak ayal jika banyak orang yang menggemarinya. Mulai dari anak kecil, remaja, hingga dewasa.
Meski begitu mengonsumsi boba terlalu sering ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Beberapa gangguan kesehatan yang bisa terjadi di antaranya;
Meningkatkan risiko diabetes
Pada dasarnya boba merupakan toping yang memiliki rasa tawar. Namun karena setelah dimasak boba direndam oleh cairan gula, tak ayal jika kemudian rasanya menjadi manis. Terlebih minuman yang digunakan sebagai bahan utamanya, seperti teh atau susu juga memiliki cita rasa manis. Maka tak heran jika mengonsumsi boba terlalu sering bisa meningkatkan kadar gula darah atau diabetes.
Peningkatan berat badan atau obesitas
Kandungan gula yang cukup tinggi pada bubble tea juga bisa meningkatkan berat badan secara signifikan. Terlebih jika mengonsumsinya terlalu sering. Untuk mengurangi risiko obesitas, memesan minuman bubble tea disarankan untuk memesan less sugar. Bisa juga menggantinya dengan konsumsi buah-buahan.
Kerusakan pada hati
Bahaya minum boba lainnya ialah bisa sebabkan kerusakan pada hati. Hal ini karena adanya peningkatan fruktosa dalam tubuh hingga menganggu fungsi hati. Jika kebiasaan konsumsi boba terlalu sering, namun tidak segera dihentikan maka bisa juga memicu timbulnya perlemakan dalam hati, hepatitis, atau penyakit kuning.
Timbulkan jerawat
Tidak hanya mengandung gula, bubble tea juga mengandung susu yang bisa menimbulkan jerawat. Hal ini dipicu dari keseimbangan hormon yang terganggu, sehingga kulit bisa dengan mudah timbul berbagai masalah, seperti jerawat atau komedo. Maka sebaiknya kurangi konsumsi boba dan disarankan untuk menggantinya dengan jus buah.
Gangguan pencernaan
Mutiara hitam yang terbuat dari bahan utama tepung tapioka dengan teksturnya yang kenyal dan lengket, membuat bubble tea susah dicerna oleh sistem pencernaan dalam tubuh. Tak ayal jika dikemudian hari bisa membuat kerusakan pada organ pencernaan.
Meningkatkan risiko penyakit kronis
Bubble tea yang dikonsumsi terlalu sering juga bisa memicu timbulnya beragam penyakit kronis seperti penyakit jantung. Tak ayal jika seseorang memiliki riwayat penyakit ini harus menghindari mengonsumsi bubble tea. Bahkan, penyakit kronis yang bisa berisiko ialah kanker. Karena penyakit-penyakit seperti ini diawali dengan berbagai kerusakan pada organ tubuh. [fyi/esd]






