Gresik (beritajatim.com) – Perayaan Natal 2022 menjadi simbol keberagaman beragama di Gresik. Apalagi dalam perayaaan itu turut dihadiri oleh Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Bupati milenial tersebut menekankan pentingnya toleransi beragama
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Gresik itu, Gus Yani juga menyampaikan bahwa sinergitas dan toleransi antar umat beragama menjadi hal yang sangat penting. Menurutnya, toleransi merupakan sebuah cara untuk memaknai perbedaan yang telah digariskan oleh Tuhan.
“Hal yang bisa kita lakukan adalah Ta’aruf atau sering disebut dengan istilah saling mengenal satu dengan yang lain. Kita bangun hubungan yang harmonis antar umat beragama, sebab kita hidup saat ini saling berdampingan,” ujar Gus Yani, Selasa (1/02/2022).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, pada situasi pandemi Covid-19. Jika dipandang dari sudut pandang positif, banyak hikmah yang bisa diambil dari situasi seperti saat ini.
“Hikmah yang dapat kita petik dari pandemi ini adalah mendorong kita semua untuk saling gotong royong, saling memberikan perhatian satu sama lain. Kita juga pernah mendirikan posko penanganan Covid, terlihat bantuan silih berganti dari masyarakat, ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat kita yang majemuk ini saling menguatkan dan bahu membahu menghadapi situasi yang ada,” paparnya.
Bupati milenial ini juga mengajak kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh umat Kristiani agar dapat menjadi pelopor pemersatu, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Sementara itu, Ketua Panitia Ibadah dan Perayaan Natal 2021 Agustin Holomoan Sinaga menuturkan, kegiatan ini memang baru dilakukan sekarang. Sebab saat 25 Desember 2021 lalu kondisi covid sedang menjadi perhatian pemerintah.
“Dari kegiatan ini terlihat guyubnya. Selain seluruh umat dari berbagai penjuru di Gresik, kami juga mengundang seluruh elemen yang ada di Gresik,” pungkasnya. [dny/but]






