Surabaya (beritajatim.com) – Kasus pembunuhan Shien Chuan alias Sutiyo telah memasuki hari ke-17. Ketika Shien Chuan ditemukan tewas dengan bersimbah darah, Jumat (07/01/2022) di Ruko miliknya, Jalan Manukan Tama A3/06. Namun hingga kini belum diketahui pelaku pembunuhan juragan galon tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritajatim.com dari masyarakat sekitar, kejadian diperkirakan terjadi pukul 04.15 WIB. Saat itu, penjual geprek yang berbeda dua ruko dari lokasi kejadian mendengar suara ribut-ribut dan teriakan minta tolong. Ia pun lantas mendatangi lokasi untuk memastikan apa yang terjadi.
“Saya datangi, lampu dalam kondisi menyala dan ada tangan yang awe-awe. Saya gatau itu tangan korban atau pelaku tapi saya takut jadi saya balik manggil tukang sate untuk ditemani,” ujarnya.
Saat ia hendak balik dan meminta pertolongan pada tukang sate yang sedang berjualan, ia lantas melihat seseorang dengan berpakaian serba hitam menggunakan sepeda motor matic Yamaha menyebrangi jalan. Orang itu langsung memacu kendarannya.
“Langsung keluar dan lari sambil bawa pisaunya itu, saya teriaki maling,” imbuhnya.
Info itu dibenarkan oleh Eka (44) salah satu penjual bakso yang saat itu nongkrong tidak jauh dari lokasi kejadian. Bahkan, Eka sempat melihat wajah dari pelaku pembunuhan sebelum kabur.
“Saya ingat jelas wajahnya. Bahkan kalau saya mungkin ketemu di jalan, saya bisa tahu itu orangnya (red:yang membunuh). Saya begitu dengar teriakan maling langsung tertuju ke orang tersebut karena saat itu cuma dia yang orang yang ada,” kata Eka.
Eka menambahkan, usai kabur ia bersama penjual sate dan geprek langsung mengintip kondisi ruko milik Shin Chuan yang menyediakan isi ulang galon tersebut. Saat itu, ia melihat pintu ruko terbuka sebesar satu orang dewasa dan lampu kondisi mati. Ia pun lantas melihat ceceran darah yang tersebar di lantai dan langsung menghubungi Bu RT.
“Saat itu saya yakin pintu dalam kondisi terbuka karena saya ngintip. Bahkan saya disuruh bu RT masuk untuk melihat tapi saya tidak berani,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pembunuhan-surabaya”]
Namun anehnya, ketika polisi datang, sekitar pukul 05.30 WIB, kondisi pintu ruko tertutup. Bahkan, polisi juga sempat mendatangkan satu mobil damkar untuk bisa naik ke lantai dua yang saat itu di tiduri istri Shin Chuan. Hal tersebut dibenarkan oleh Chandra yang juga menjadi saksi dalam kejadian ini.
“Semua warga tahu, sempat istrinya marah-marah karena polisi naik ke lantai dua. Namun usai bernegosiasi, istrinya membuka pintu dari dalam dan polisi masuk sambil menyiapkan senjata karena mengira pelaku masih di dalam dan menyandera keluarga,” ujar Chandra.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Belum terungkap masih didalami penyidik. Kalau sudah terungkap nanti saya infokan,” pungkasnya. [ang/but]






