Surabaya (beritajatim.com) – Isu kekerasan seksual belakangan terus jadi perbincangan. Kekerasan seksual sebenarnya banyak terjadi, namun tak banyak mencuat ke permukaan. Sehingga, salah satu satu upaya membahas isu kekerasan seksual yaitu melalui film.
Kekerasan seksual perlu mendapat perhatian lebih. Karena perlakuan ini sangat tidak manusiawi, bahkan berseberangan dengan hak hidup manusia.
Agar lebih jernih melihat sudut pandang masalah kekerasan seksual, maka ide pembuatan film yang mengangkat tema ini mestinya perlu diapresiasi.
Sejauh ini, diketahui bahwa ada salah satu film bikinan tanah air yang mengangkat isu kekerasan seksual tersebut sebagai tema utamanya, yaitu film Penyalin Cahaya.
Akan tetapi, film Penyalin Cahaya bukan satu-satunya dan bukan pertama kalinya mengangkat tema ini. Ada beberapa film lainnya yang justru lebih dulu mengangkat tema kekerasan seksual, berikut daftarnya.
Penyalin Cahaya (2021)
Film berjudul Penyalin Cahaya ini mengisahkan tentang mahasiswa bernama Sur. Sur kehilangan beasiswanya saat foto selfienya yang sedang mabuk mendadak tersebar di media sosial.
Tak ingin membiarkan ketidakadilan yang menimpa dirinya, Sur pun melakukan segala upaya untuk mengumpulkan bukti dan fakta kejadian. Film ini tayang melalui platform Netflix pada tahun 2021 akhir.
27 Steps Of May (2018)
Film ini mengisahkan tentang korban pemerkosaan. Kisah bermula ketika May diperkosa oleh sekumpulan preman sepulang dari pasar malam saat May masih berusia 14 tahun.
Ayah May yang diperankan oleh Lukman Sardi sangat terpukul dan menyalahkan dirinya karena tidak dapat melindungi sang anak. Akibat trauma mendalam, May menarik diri sepenuhnya dari kehidupan.
May lalu menjalani hidup tanpa koneksi, emosi, atau kata-kata, sementara sang Ayah terjebak rasa bersalah.
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Film ini mengisahkan tokoh utama bernama Marlina yang tinggal seorang diri usai suaminya meninggal di tengah padang sabana, Sumba. Suatu hari ada tujuh perampok mendatangi rumah Marlina.
Mereka mengancam nyawa, harta dan juga kehormatan Marlina dihadapan sang suami yang sudah berbentuk mumi. Kisah lalu berlanjut dalam sebuah perjalanan Marlina mencari keadilan dan penebusan atas peristiwa yang dialaminya.
Dear Nathan, Thank You Salma (2022)
Dalam film ke-3 sekaligus film terakhir dari trilogi Dear Nathan mengusung tema yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Di film ketiga ini, cerita justru berpusat pada kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus.
Film yang baru rilis tahun 2022 ini sudah bisa ditonton di bioskop seluruh Indonesia sejak beberapa hari yang lalu sampai hari ini.
Mengangkat kekerasan seksual dalam kemasan film akan mampu mengedukasi masyarakat. Isu kekerasan seksual adalah isu yang pelik. Kekerasan seksual mungkin bisa teratasi jika publik sudah teredukasi. (dan/ian)






