Ponorogo (beritajatim.com) – Warga yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo akhir-akhir ini cukup banyak. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meminta suluruh pihak bergandengan tangan bersama-sama untuk menanggulanginya.
Dia juga memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo untuk melakukan pengadaan alat fogging. “Saat ini kita punya 11 alat fogging, sama minta pengadaan dalam minggu ini minimal 10 buah lagi,” kata Bupati Sugiri Sancoko dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan penanggulangan penyakit DBD di aula Bappeda pada Selasa (18/1/2022) sore.
Dengan penambahan alat fogging tersebut, tentu bisa memudahkan petugas dalam menentukan titik-titik daerah yang bakal dilakukan fogging. Selain itu, akan lebih cepat melakukan fogging jika suatu tempat sudah ada kasus warga yang terkena DBD. “Langkah yang kita lakukan ini juga untuk menjawab kegelisahan masyarakat. Pemkab Ponorogo hadir untuk menyelesaikan masalah warga terkait demam berdarah ini,” katanya.
Hal senada juga diutarakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, kegiatan penanganan DBD harus melibatkan beberapa sektor. Entah itu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ataupun melakukan fogging. Tentu ditingkat akar rumput, akan dikomandani oleh Camat, Kepala Desa dan Lurah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demam-berdarah”]
“Fogging adalah andalan kita terakhir dalam penanggulangan DBD. Kita akan lakukan PSN secara serentak seluruh wilayah Ponorogo pada hari Jumat nanti,” katanya.
Agus Pramono yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinkes itu juga akan melengkapi sarana prasarana. Salah satunya dengan secepatnya pengadaan alat fogging. Sesuai perintah dari Bupati Sugiri Sancoko, pihaknya bakal menambah lagi alat fogging minimal 10 buah.
Saat ini alat yang dimiliki Dinkes dan milik organisasi seperti banser, jika dikumpulkan semua ada 16 alat fogging. “Segera mungkin kita lakukan pengadaan alat fogging seperti perintah dari Bupati Sugiri Sancoko,” pungkasnya. [end/suf]






