Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC gagal meraih poin pasca menelan kekalahan tipis 1-0 dari PSM Makassar, pada laga pekan ke-18 BRI Liga 1 di Stadion Kopyang Sujana, Bali, Sabtu (8/1/2022).
Pada laga tersebut, tim berjuluk Juku Eja tampil agresif dan mengambil inisiatif serangan sejak wasit meniup peluit kick off. Bahkan beberapa peluang sempat mereka dapatkan dan mengancam barisan pertahanan Laskar Sape Kerrab.
Namun Madura United tidak mau kalah, selain meredam agresivitas permainan PSM, mereka juga mulai menemukan ritme permainan sendiri. Sehingga jual beli serangan antar kedua tim terjadi hingga memasuki 30′ menit waktu normal.
Lepas dari menit tersebut, Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan justru lebih tampil dominan dan menekan barisan pertahanan lawan. Sementara PSM Makassar hanya mampu sesekali tampil menekan dengan menerapkan serangan balik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
Hanya saja, strategi yang diperagakan anak asuh Joop Galo justru membuahkan hasil maksimal. Sebab berawal dari serangan balik ke area pertahanan Madura, akhirnya mampu mendapatkan penalti setelah Jaimerson Xavier melakukan pelanggaran di area terlarang.
Anco Jansen yang maju sebagai eksekutor, sukses merobek jala garang Madura United yang dikawal Mohammad Ridwan pada menit 42′. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan PMS atas Madura United, sekaligus menjadi skor akhir hingga interval pertama usai.
Memasuki babak kedua, giliran tim binaan Fabio Lefundes tampil menekan guna mengejar ketertinggalan gol di interval pertama. Bahkan mereka tampil menekan dan mengepung area pertahanan PSM, namun pemain PSM mulai menerapkan pertahanan berlapis dan meredam agresivitas pemain Madura.
Kondisi tersebut berlangsung seru, agresivitas permainan Madura yang mengincar gol diredam dengan taktik serangan balik oleh PSM yang ingin mempertahankan keunggulan. Hanya saja, upaya Madura United selalu gagal dan harus mengakui kekalahan dari PSM Makassar. [pin/but]






