Surabaya (beritajatim.com) – Pertemuan Tim RSTKA dengan Dekan FK UNAIR sekembalinya dari lokasi bencana Semeru menghasilkan banyak gagasan baru. Salah satunya adalah agar ke depannya, RSTKA bisa juga menggandeng dokter relawan dari luar negeri, untuk bergabung melakukan pelayanan kesehatan di kepulauan.
“Ini kiranya bisa menjadi upaya Internasionalisasi yang baik untuk dikerjakan RSTKA. Monggo nanti relawan dokter luar negeri sekali waktu bisa diajak keliling Madura melakukan pelayanan kesehatan,” terang Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K).
[berita-terkait number=”5″ tag=”RSTKA”]
Dekan berharap gagasan ini bisa terlaksana di tahun 2022. Para dosen dan dokter yang memiliki mitra dari luar negeri bisa mengajak relawan untuk bergabung Bersama RSTKA.
Gayung disambut baik oleh Direktur RSTKA, Dokter Agus Harianto, Sp.B. Dokter Agus menuturkan, standar pelayanan di RSTKA mengacu pada standar pelayanan di RSUD Dr. Soetomo. Dengan internasionalisasi, diharapkan bisa memperkuat standar pelayanan di pulau terpencil oleh RSTKA. “Kami menerima tentu dengan persyaratan yang mengikuti. Misalnya perizinan dari Kementerian Kesehatan yang harus diikuti,” teranngnya.
Dari teknis medis, dokter relawan dari luar negeri juga harus bisa menunjukkan sertifikasinya dan spesialisasinya. Tujuannya satu, pelindungan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. [kun]






