Surabaya (beritajatim.com) – Mengonsumsi air putih atau mineral tentu perlu diperhatikan, jika kekurangan cairan tentu bisa menyebabkan dehidrasi dan kerja tubuh menjadi tidak optimal. Tak ayal untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, setidaknya seseorang dapat mengonsumsi air 2,5-3,7 liter per hari.
Namun, jika konsumsi air terlalu banyak atau berlebihan, maka hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Biasanya akibat cuaca yang terik atau lelah usai berolahraga, seseorang akan mengonsumsi air dengan jumlah yang cukup banyak.
Jika hal ini dilakukan terlalu sering, tentu saja dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Berikut ini bahaya jika mengonsumsi air putih terlalu banyak;
Mengganggu fungsi ginjal
Ginjal sebagai penyaring utama dalam tubuh. Biasanya butuh waktu sekitar satu jam untuk menyaring dan membuang cairan. Maka, jika konsumsi air terlalu banyak maka ginjal perlu bekerja keras untuk melakukan tugasnya.
Terlebih jika cairan yang disaring tidak hanya berupa air putih, namun ada kopi, teh, soda, jus, alkohol dan lainnya. Tak ayal jika hal tersebut kemudian dapat merusak fungsi ginjal.
Memperberat kerja jantung
Air putih yang telah dikonsumsi tentu akan masuk dalam saluran pencernaan dan sebagian akan diserap ke peredaran darah. Namun jika air yang dikonsumsi terlalu banyak maka akan memperberat kerja jantung yang bertugas sebagai pemompa darah.
Tak ayal jika sudah terlalu berat maka bisa merambat ke paru-paru juga. Sehingga bisa mengakibatkan pembengkakan pada paru-paru hingga anggota tubuh lainnya.
Keracunan air putih atau overhidrasi
Meskipun kondisi keracunan air putih atau overhidrasi masih jarang terjadi, namun setiap orang tetap perlu memperhatikan jumlah konsumsi air setiap harinya. Karena ada kasus yang sampai menyebabkan kematian, akibat mengonsumsi air putih terlalu banyak efek hiponatremi atau gangguan elektrolit. Gangguan elektrolit yang terjadi pada tubuh dan otak tersebut bisa membuat seseorang jadi collapse.
Darah dan elektrolit terganggu
Komposisi darah maupun elektrolit dalam tubuh pun juga bisa terganggu jika seseorang mengonsumsi air berlebihan. Hal ini dikarenakan banyaknya cairan dapat membuat plasma darah semakin encer atau tidak kental.
Sehingga tubuh akan kehilangan elektrolit maupun faktor pembekuan darah. Tak ayal jika terdapat luka di terbuka, maka darah akan sulit berhenti hingga memperlama proses penyembuhan.
Untuk mengetahui jika tubuh
mengalami kelebihan cairan, bisa dilihat dari ciri-cirinya. Beberapa di antaranya ialah warna urin jadi lebih pudar atau bahkan jernih, merasa mual, sering buang air kecil, sakit kepala, pusing, merasa kelelahan, hingga terjadi kram pada otot. [fyi/tur]






