Surabaya (beritajatim.com) – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto bersama beberapa pejabat Forkopimda Jatim lainnya maninjau kelayakan tempat karantina di sejumlah lokasi. Salah satunya, adalah lokasi karantina mandiri yang ditetapkan di beberapa hotel yang ada di Surabaya.
“Beberapa kamar yang ada di hotel itu dikunjungi langsung oleh Pangdam. Kamar itu, digunakan untuk fasilitas isolasi mandiri,” kata Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra, dalam rilis yang dikirim ke redaksi beritajatim.com.
Letkol Kusdi menambahkan, pelaksanaan karantina itu nantinya berjalan selama kurun waktu 10 hari. Sterilisasi dan kenyamanan tempat karantina, harus betul-betul diutamakan.
“Hotel itu sendiri, harus mengedepankan protokol kesehatan. Mengingat, tempatnya dijadikan karantina,” jelas Letkol Kusdi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tni”]
Beberapa fasilitas protokol kesehatan, sudah mulai disediakan di setiap area hotel, salah satunya alat pelindung diri atau APD.
“Pengunjung tidak boleh masuk. Tempat itu sudah di blok dan hanya bisa diakses oleh petugas ber-APD lengkap,” tandas Kapendam. [but]






