Surabaya (beritajatim.com) – Sehari sebelum tahun baru, wawancara Lukaku dengan Sky Italia disiarkan. Bukan wawancara yang spesial sebenarnya. Hanya tentang bagaimana Lukaku menjalani karirnya hari ini di Premier League bersama Chelsea.
Juga tentang perjalanannya selama dua tahun di Itali bersama Inter Milan. Seharusnya wawancara ini hanya menjadi pemanis akhir tahun belaka. Tentang salah satu striker termahal yang dibeli dari tim Serie A.
Namun, dampak yang terjadi tak sesederhana itu. Tuchel terganggu dengan apa yang disampaikan Lukaku di wawancara tersebut. Begitu juga para fans Chelsea.
Bahwa Lukaku merasa tidak senang dengan situasinya di Chelsea, bisa dimengerti. Sebab, sejak datang awal musim 2021-2022, Lukaku memang tak banyak mendapatkan kesempatan bermain. Cedera dan serangan Omicron menjadi salah satu penyebabnya.
Hingga paruh musim ini, Lukaku baru tampil sebanyak 13 kali di Premier Leugue. Lima diantaranya sebagai pengganti dan baru mencetak 5 gol. Bukan pencapaian yang baik untuk striker dengan harga 95 juta Euro.
Pernyataan yang membuat para fans dan Tuchel terganggu adalah bahwa Lukaku merasa kepinmdahannya ke Chelsea bukanah hal tepat. “Bagaimana saya pergi dari Inter, cara saya pergi dari klub, dan bagaimana saya berkomunikasi dengan para fans, semua itu masih mengganggu pikiran saya hingga sekarang,” jelas pemain berusia 28 tahun ini pada Sky Sport Itali.
Lukaku juga mengatakan bahwa setelah dari Inter, ia ingin bermain untuk tim besar seperti Madrid, Barcelona, atau Bayern Munchen. Klub-klub besar inilah yang menjadi impian Lukaku, bukan Chelsea.
Pernyataan ini, kemudian mendapatkan respon yang begitu keras dari para fans. Mereka merasa kecewa atas apa yang diungkapkan Lukaku. Karena dianggap tak menghargai klub.
Hal serupa juga dirasakan Tuchel. Pelatih asal Jerman ini merasa bahwa apa yang dikatakan Lukaku telah menimbulkan banyak kebisingan yang tidak perlu. Lebih lagi, kondisi Chelsea saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Di beberapa pertandiangan terkahir, Chelsea kesulitan mendapat kemenangan. Bahkan, mereka di tahan imbang oleh Brighton di laga akhir bulan Desember lalu.
“Tentu saja kami tak suka dengan itu (pernyataan Lukaku), karena ia membawa kebisingan yang tidak perlu dan sama sekali tidak membantu (kondisi Chelsea saat ini),” ungkap Tuchel jumat akhir tahun 2021 lalu.
Di sisi lain, Tuchel juga tidak mau memperkeruh suasana. Ia tak ingin kondisi di sekeliling Chelsea menjadi semakin bising dan riuh karena hal-hal negatif.
“Anda pasti paham, sangat mudah untuk menjadikan masalah ini keluar dari konteknya agar bisa menjadi headline, sebelum kemudian sadar bahwa masalah yang terjadi tidaklah seburuk itu,” tambahnya.
Tuchel pun menyampaikan bahwa ia sangat kaget dengan apa yang disampaikan Lukaku di wawancara tersebut. Sebab, meski Lukaku mengatakan ia kecewa, hal itu tak tampak sama sekali di latihan. Ia selalu bekerja dan berlatih dengan serius.
“Saya kira, tidak ada satu pun orang di Chelsea yang menyadari bahwa dia sedang tidak senang. Itulah kenapa kami terkejut. Kami akan melakukan konfirmasi dengan Lukaku, karena saya tak melihat ada alasan untuk dia merasa tidak senang,” tegas pelatih yang membawa Chelsea juara Champions League musim lalu ini. [tur]






