Surabaya (beritajatim.com) – Sesuai dengan peraturan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, Jalan Tunjungan ditutup dan steril dari kegiatan pada jam 21.00 WIB, Jumat (31/12/2021). Walaupun ditutup lebih awal, para pedagang terompet masih bisa bersyukur karena mereka kembali bisa berjualan.
Supri (56), salah satu penjual terompet yang ada di Jalan Tunjungan mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan dibukanya kembali Jalan Tunjungan. Ia yang sehari-hari berjualan mainan bisa mendapatkan keuntungan lebih di malam tahun baru.
“Tahun kemarin kan malah ga boleh sama sekali mas. Ini tadi laku lumayan banyak 20 terompet. Alhamdulillah di syukuri aja,” ujarnya saat dikonfirmasi beritajatim.com.
Supri menjelaskan dirinya akan mematuhi semua peraturan yang ada. Karena dirinya percaya bahwa aturan yang dibuat pemerintah untuk kebaikan masyarakat kota Surabaya. “Kalau aturannya begitu ya sudah kan demi kebaikan kita sendiri. Daripada covid tinggi lagi, kan susah juga. Malah tak boleh ngapain-ngapain,” imbuhnya.
Berbeda dengan Supri, Nurhariati (35) warga Embong Malang yang juga berjualan terompet dan bando lampu mengaku pembelinya cukup sepi. Tetapi, ia tetap bersyukur, setidaknya ia bisa merasakan kembali berjualan di malam tahun baru.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tahun-baru”]
“Sepi, baru laku 3 terompet, bando lampunya 4 . Saya bawa bando ini 4 lusin. Tapi masih, alhamdulillah daripada tahun kemarin gak dapat uang sama sekali karena tak ada acara,” katanya.
Ditanya terkait aturan pemerintah yang membatasi hanya sampai jam 9 malam, dirinya mengaku kecewa karena tak bisa berjualan hingga puncak acara. Tetapi, ia bersyukur kota Surabaya sudah melewati masa kritis pandemi covid.
“Ya sebenarnya rada kecewa cuman ini kan aturan ya untuk melindungi kita sendiri daripada nanti covid tinggi lagi malah tak bisa jualan lagi,” pungkasnya. [ang/suf]






