Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang mengungkapkan 80 persen riset oleh perguruan tinggi bermanfaat bagi masyarakat atau penerima kebijakan. Riset dari mahasiswa dan dosen di Malang sering menjadi sebuah rekomendasi pemerintah dalam mengambil kebijakan.
“Pengaruh riset luar biasa dalam pengambilan keputusan. Itu memberikan ruang besar, di atas 80 persen menguntungkan bagi penerima kebijakan. Riset mereka berbasis kebutuhan sehingga tepat sasaran,” kata Wakil Bupati Malang, Didik Didik Gatot Subroto di acara Seminar Nasional implementasi MBKM bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (27/12/2021).
Salah satu contoh kebijakan berbasis riset adalah desa wisata Pujon Kidul. Saat itu Pemkab Malang berkolaborasi dengan UMM untuk mengubah kawasan cafe menjadi Desa Wisata. Hasilnya terjadi peningkatan sektor pariwisata, BumDes di Pujon Kidul pun berkembang pesat. Lalu ada Bonpring dan sebagainya.
“Jadi kolaborasi ini sangat bagus. Riset dari kampus bisa disampaikan ke kita untuk kita lakukan implementasi menjawab pertanyaan berdasarkan hasil riset tadi. Hal ini penting menurut saya. Artinya visi misi kami akan semakin jelas kalau dibarengi dengan hasil riset,” papar Didik.
Sementara itu, Rektor UMM Fauzan mengatakan bahwa selama ini pihaknya telah bekerjasama dengan Pemkab Malang. UMM berharap sinkronisasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan dengan baik. Salah satu contoh yang sedang dikembangkan oleh UMM adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Sumber Jeruk, Kabupaten Malang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
“Itu sudah kita petakan fungsinya. Fungsinya mengatasi minimnya air bersih saat musim kemarau. Krisis yang berulang setiap kemarau. Ironi sekali saat hujan lebat air melimpah tapi kering ketika kemarau. Seandainya Perguruan Tinggi dengan Pemda mencari solusi tata niaga, saya kira ada nilai plus yakni bargaining powernya pemerintah akan lebih kuat karena ini adalah otoritas Pemda. Kampus bisa melakukan riset,” tandasnya.
Perlu diketahui, UMM menjadi kampus swasta penerima Hibah MBKM peringkat satu di Jawa Timur dari Kemendikbud-Ristek RI yang mencapai hampir Rp2 miliar. [luc/but]






