Gresik (beritajatim.com)- Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir dimanfaatkan siswa SMPN 2 Gresik untuk mengasah kreativitas. Mereka menyulap sampah menjadi busana trendi. Para pelajar itu kemudian menggelar fashion show yang unik.
Siswa yang berasal dari perwakilan kelas VII hingga IX memperagakan hasil karya layaknya pagelaran fashion show. Mereka saling berpasangan laki-laki dan perempuan. Busana yang mereka gunakan pun beragam. Mulai dari motif burung cendrawasih hingga motif dayak. Semua bergantian berjalan di depan sekolah dengan dilihat para guru dan siswa lainnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sampah”]
Kepala SMPN 2 Gresik Beri Avita Prasetya menuturkan, busana itu terbuat dari barang bekas di sekolahan. “Ada 24 pasang siswa siswi yang memperagakan busana tersebut di hadapan para guru. Sekaligus para guru itu memberikan nilai sebagai cerminan kepribadian,” ujarnya, Rabu (22/12/2021).
Selain mendapatkan fungsi daur ulang, kegiatan ini juga dalam rangka persiapan menjadi sekolah adiwiyata mandiri. “UPT SMPN 2 Gresik gelar kegiatan Fashion Show dengan memakai busana barang bekas dan daur ulang. Hal ini mengajarkan kepada siswa agar memanfaatkan barang bekas, mengurangi sampah plastik serta membudayakan siswa mencintai lingkungan,” imbuh Prasetya.
Untuk membuat beragam busana itu, Beri mengaku para siswa sudah mengumpulkannya sejak awal masa pandemi, yakni pada 2020. Sampah itu dikumpulkan di gudang berupa botol, plastik, kertas, hingga terkumpul di sak bekas. “Setiap tahun memang ada penghargaan Adiwiyata di tingkat Provinsi Jawa Timur. Yakni penghargaan kepada sekolah yang memiliki lingkungan sehat dan berwawasan lingkungan,” tandasnya. [dny/suf]






