Mojokerto (beritajatim.com) – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur melakukan lapis ulang jalan berlubang di sepanjang Jalan By Pass Mojokerto. Salah satu faktor penyebab jalan berlubang adalah curah hujan yang tinggi.
Pelaksana Teknis PPK 4.2, BBPJN Jawa Timur – Bali, Rizki Elianto mengatakan, perbaikan sepanjang Jalan By Pass Mojokerto terkait jalan berlubang sudah dilakukan. “Kita lakukan perawatan untuk jalan berlubang, kita sudah lakukan,” ungkapnya, Rabu (22/12/2021).
Perbaikan lapis ulang dilakukan di sepanjang Jalan By Pass mulai Sekarang Putih, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto hingga Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Perawatan dilakukan khususnya di bagian jalan berlubang untuk dilakukan lapis ulang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jalan-rusak”]
“Sepanjang By Pass sampai Trowulan yang terparah memang di Trowulan dan beberapa titik di By Pass. Sehingga kita lakukan lapis ulang namun karena curah hujan sangat tinggi sehingga jalan berlubang masih ditemui meski sudah dilakukan perawatan. Karena seharusnya pasca perawatan, tidak boleh kena hujan,” katanya.

“Ada, di Punggung dilakukan lapis ulang. Karena ada beberapa titik jalan berlubang sehingga dilakukan perawatan. Untuk jalan seharusnya ada badan jalan, median jalan, saluran tepi jalan dan bahu jalan. Namun kadang saluran mampet sehingga saat hujan air mengenang di badan jalan, ini yang membuat jalan berlubang,” ujarnya.
Kondisi tersebut diperparah saat curah hujan tinggi sehingga, lanjut Rizky, jalan berlubang banyak ditemukan saat musim hujan. Meski sudah dilakukan perawatan namun jika kondisi cuaca masih hujan, dimungkinkan masih berpotensi jalan kembali berlubang. Namun, tegasnya, tahun 2022 akan dilakukan perbaikan secara permanen.
“Di Jalan By Pass, tahun 2022 akan dilakukan perbaikan secara permanen yakni di cor. Untuk tahun ini, ada tapi di wilayah Sidoarjo. Untuk wilayah Mojokerto, perbaikan secara permanen dilakukan pada tahun 2022 besok,” jelasnya. [tin/kun]






