Magetan (beritajatim.com) – Sempat mendapat keluhan terkait sarana dan prasarana yakni gedung paviliun, RSUD dr Sayidiman Magetan angkat bicara. Kabid Penunjang RSUD dr Sayidiman Magetan Emy Indriaswati mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan.
Utamanya bagian atap di beberapa ruangan termasuk Paviliun Wijaya Kusuma. Emy mengungkapkan bahwa setelah ada laporan dari paviliun terkait adanya atap bocor, maka pihaknya segera melakukan tindakan cepat.
Dia juga menerangkan terkait pemeliharaan fasilitas RS yang memerlukan pihak ketiga. Baik untuk petugas ledeng ataupun petugas perbaikan air conditioner (AC) mayoritas menolak untuk melakukan perbaikan ataupun pengecekan di rumah sakit.
Utamanya tahun ini karena adanya pandemi Covid-19, membuat mereka sedikit takut untuk melakukan perbaikan. Sehingga, memerlukan waktu bagi mereka untuk mencari petugas yang benar-benar mau melakukan perbaikan.
“Sekaligus, dari keseluruhan anggaran, tahun ini kami fokuskan untuk ruang isolasi yaitu ruang Dewi Kunti, Pandu dan Yudhistira. Karena ruangan, AC, alat kesehatan dipakai 24 jam non stop. Belum lagi pasien yang keluar masuk pada saat terjadi ledakan Covid-19. Ruangan digunakan terus sehingga kami perlu menunggu sampai pasien berkurang dan kami titipkan di ruang isolasi Bima. Baru kali ini untuk gedung ruang isolasi bisa dilakukan perbaikan baik fisik, penambahan tata ruang tekanan negatif dan penambahan oksigen sentral. Sebelum tukang masuk kami lakukan sterilisasi terlebih dahulu. Khusus bangunan paviliun lantai dua memang sudah cukup lama kami fungsikan untuk isolasi bagi tenaga kesehatan,” kata Emy.
Karena digunakan untuk ruang isolasi, maka pemeliharaan sempat tertunda. Namun pada Agustus 2021 bangunan paviliun dikembalikan sebagai ruang rawat inap bagi pasien seperti sedia kala. Khusus paviliun lantai satu dikerjakan pengecatan karena juga disiapkan untuk klinik paviliun Wijaya Kusuma.
[berita-terkait number=”4″ tag=”rsud-dr-sayidiman”]
Emy mengungkapkan, tahun depan pihaknya menganggarkan Rp 2 miliar lebih untuk melakukan pemeliharaan gedung. Ada beberapa gedung yang akan jadi fokusnya untuk dipelihara. Dia menyebut khusus untuk tahun depan belum ada rencana melakukan pembangunan gedung baru.
“RSUD ini ada yang bangunannya sudah berusia 104 tahun. Juga ada beberapa bangunan lain yang sudah berusia lebih dari 10 tahun. Pemeliharaan yang maksimal juga diperlukan. Khusus untuk bangunan paviliun tahun 2022 kami sudah lakukan penganggaran juga untuk rehabilitasi. Tapi kan pemeliharaan, bukan hanya paviliun, tapi menyeluruh dan kami lakukan secara bertahap,” katanya.
Namun, dalam kondisi darurat seperti gelombang pandemi di pertengahan 2021 tak menutup kemungkinan jika anggaran dialihkan. Menurutnya, khusus untuk sarpras (sarana dan prasaranan) dilakukan sesuai tingkat urgensi dan kemampuan anggaran rumah sakit. Karena untuk spesifikasi sarpras diusahakan memilih spesifikasi yang awet dan itu sudah melalui konsultasi dengan tim teknis dari Dinas PUPR Magetan. [fiq/suf]






