Surabaya (beritajatim.com) – Cedera memang menjadi salah satu musuh utama pemain sepakbola. Banyak wonderkids dan pemain yang gagal jadi bintang akibat sering mengalami cedera. Terutama jika bagian ligamen mereka sudah pernah menjalani operasi.
Ronaldo asal Brasil adalah salah satu contoh terbaik pemain yang tidak bisa mencapai level lebih tinggi akibat sering mengalami cedera. Selain, karena ia juga memiliki gaya hidup yang glamour dan sering mabuk-mabukan dan berpesta.
Berikut ini deretan pemain yang mungkin saja bisa memiliki karir sepakbola lebih baik, jika saja tidak sering mengalami cedera.
Daniel Sturridge
Selama lima musim di Liverpool, Daniel Sturridge cuma mampu tampil selama 160 pertandingan dengan torehan 68 gol di seluruh kompetisi. Dilansir dari data Transfermarkt, Sturridge pun telah melewatkan 99 pertandingan karena cedera sejak bergabung dengan Liverpool.
Namun, andai kata jika dia tidak mengalami begitu banyak cedera, mungkin saja dia mampu meraih 100 gol dan menjadi pemain akan dicintai penggemar Liverpool.
Marco Reus
Saat diberi kesempatan, Reus telah membuktikan jika dirinya merupakan salah satu pemain terbaik di dunia. Hanya saja kebugaran Reus jadi masalah. Ia sering mengalami cedera.
Termasuk ketika ia mengalami cedera parah yang membuatnya absen mewakili Jerman pada pentas Piala Dunia dan Euro. Andai saja Reus bermain melawan Brasil pada 2014, mungkin skor yang dihasilkan bisa lebih daripada skor 7-1.
Roberto Baggio
Baggio menderita masalah lutut semenjak dirinya masih berusia 18 tahun. Saat bermain untuk Brescia, Baggio sudah berada dalam kondisi yang sangat begitu hingga dia tidak bisa berjalan selama dua hari usai bertanding.
Menjelang akhir dari karir diwarnai dengan banyaknya obat penghilang rasa sakit guna menopang lututnya saat bermain untuk tim. Meskipun menderita cedera lutut sepanjang karir, Baggio nyatanya pernah memenangkan Ballon d’Or pada tahun 1993.
Ia pun membawa negaranya pada parata final Piala Dunia pada tahun 1994. Dalam kondisi yang tidak maksimal tersebut, lantas Baggio masuk dalam satu satu pesepakbola terhebat di Italia.
Marco Van Basten
Striker Belanda itu telah memenangkan tiga Ballon d’Or. Ia juga mampu memimpin tim nasional Belanda pada gelaran Euro 1988 dimana Van Basten memenangkan sepatu emas.
Termasuk gol yang menakjubkan di final. Namun sayang, cedera pergelangan kaki yang terus-menerus membuat Van Basten harus gantung sepatu lebih awal.
Ronaldo Nazario de Lima
Mengerikan untuk memikirkan apa yang akan dicapai pemain berjuluk Il Fenomeno tersebut. Andai saja dia tidak diganggu banyak cedera sepanjang karier, mungkin akan jauh lebih mengerikan.
Cedera lutut yang serius pada tahun 1999 juga serangkaian cedera setelah dan sebelum merampas kesempatan untuk menjadi raja sepakbola. Dengan masalah lutut yang terus-menerus, Ronaldo pun kehilangan kecepatan yang membuat dirinya tidak bisa dimainkan. [dan/tur]






