Surabaya (beritajatim.com) – Perjuangan Laura Anna guna berhadapan dengan kelumpuhan karena cedera tulang belakang yang disebabkan spinal cord injury dinilai cukup berat. Penyakit ini memiliki beberapa fakta yang mengejutkan, sehingga menyebabkan kematian pada Laura Anna. Berikut ini beberapa fakta mengenai penyakit Spinal Cord Injury.
Spinal Cord Injury atau lebih sering dikenal cedera tulang belakang biasanya terjadi akibat kerusakan yang terjadi saraf tulang belakang. Kondisi cedera ini bisa menyebabkan dampak permanen pada kekuatan, sensasi, dan fungsi organ tubuh lain.
Sebagaimana dilansir dari situs Halodoc, cedera saraf tulang belakang dapat mempengaruhi fungsi motorik juga sensorik tubuh. Salah satunya rasa sakit, mati rasa, bahkan hingga mengalami kelumpuhan. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan juga lokasi cendera. Berdasarkan tingkatan, cedera saraf tulang belakang dapat dibagi menjadi dua, sebagai berikut.
Pertama, menyeluruh atau lengkap. Tingkat cedera ini melibatkan kehilangan pada seluruh kemampuan inderawi (sensorik) serta kemampuan mengendalikan pergerakan (motorik) area yang bersaraf pada tulang belakang yang cedera.
Kedua, lokal atau Tidak Lengkap. Tingkat keparahan ini terjad bila masih ada beberapa fungsi sensorik atau motorik yang masih bekerja. Cedera jenis ini memiliki berbagai tingkat keparahannya sendiri.
Di samping itu, lumpuh yang terjadi karena cedera tulang belakang dapat dikategorikan menjadi: Tetraplegia atau Quadriplegi, yang bisa mempengaruhi keempat anggota gerak, dada, dan perut. Serta paraplegia, yang mempengaruhi anggota gerak bawah dan organ panggul.
Gejala penyakit seseorang yang menderita Spinal Cord Injury biasanya akan merasa gejala sesuai tingkat keparahan cedera. Penderita pun acapkali alami hilangnya fungsi saraf tubuh, seperti mati rasa hingga tidak dapat bergerak.
Penyebab dari penyakit ini yaitu kerusakan yang terjadi di tulang belakang saraf tubuh merupakan penyebab dari kecelakaan dialami, terjatuh juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Cedera tulang dapat berdampak di sebagian atau seluruh sel saraf. Saat mengalami penyakit ini hormon yang diproduksi lebih sedikit . Lebih dari 70% penderita cedera tulang belakang akan menghasilkan lebih sedikit hormon yang mengakibatkan penurunan fungsi saraf. Hormon pertumbuhan yang biasa dihasilkan oleh kelenjar pituitari di otak yang berfungsi.
Orang yang mengalami cedera tulang belakang dapat menyebabkan lumpuh. Penurunan dari hilangnya refleks bisa dirasakan, dan penyakit ini bisa pulih kembali saat trauma berkurang dan akan pulih perlahan. Itulah penyakit yang diderita Laura Anna, semoga dia saat ini sudah tenang di alam sana. [dan/tur]






