Lumajang (beritahatim.com) – Dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Kabupaten Jember, mencoba menyembuhkan trauma pengungsi korban erupsi Semeru, di SMPN 2 Pasirian dan kantor Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Penyembuhan trauma ini dilakukan setiap hari untuk anak-anak dan orang dewasa di musala SMPN 2 Pasirian.
“Kami menempatkan dua dosen dan empat mahasiswa dia tiap sesinya, kegiatan dipimpin oleh dosen dari Fakultas Keperawatan di kampus Jember, Lumajang dan Pasuruan, terutama dosen yang memiliki spesialisasi keperawatan jiwa,” kata Nurul Hayati, Koordinator Universitas Jember Kampus Lumajang, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (17/12/2021).
Lokasi pengungsian di SMPN 2 Pasirian menampung sekitar 400 jiwa yang ditempatkan di ruang kelas-ruang kelas yang ada. Para pengungsi ini mayoritas berasal dari Desa Curah Kobokan, Kamar Kajangm dan Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro. Ada lima bayi, 30 balita, dan seorang bayi lahir di lokasi pengungsian ini.
“Kami juga merawat satu pengungsi yang mengalami luka bakar ringan di kakinya,” kata Arista Maysaroh, dosen Program Studi Diploma Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang. Dia bertugas sejak 6 Desember 2021 secara bergantian dengan rekan-rekannya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut trauma healing penting tidak hanya bagi anak-anak, namun juga kaum dewasa dan orang tua. Kehilangan harta benda bahkan orang tercinta dengan cara seperti ini tentu tak pernah mudah.
“Saya melihat bagi anak-anak pengungsi lebih mudah melupakan kejadian ini, mungkin mereka masih kecil hingga belum paham apa yang terjadi. Tetapi bagi kalangan dewasa, mereka tentunya memikirkan kelanjutan hidup di masa depan setelah rumah dan harta bendanya tersapu awan panas guguran gunung Semeru,” katanya. [wir/ted]






