Bangkalan (beritajatim.com) – Kegiatan vaksinasi di Bangkalan telah aktif dilakukan sejak awal tahun 2021. Namun hingga kini capaian vaksinasi masih diangka 42,5 persen.
Wakil Bupati Bangkalan, Mohni menyebutkan menurunnya minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya yakni menurunnya kasus Covid-19.
“Dari data kami terlihat kecenderungan menurunnya minat masyarakat untuk vaksin, apalagi kasus Covid-19 di Bangkalan sudah sangat menurun. Sehingga, tak sedikit masyarakat yang abai untuk vaksin,” jelasnya, Kamis (16/12/2021).
Hal itu membuat Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini mendesak seluruh Kepala Desa dan Camat yang ada di Bangkalan untuk lebih gencar melakukan vaksinasi dengan sistem jemput bola.
“Kita semua wajib divaksin sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan imun. Apalagi varian Omicron sudah mulai tersebar di berbagai negara,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bangkalan”]
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Sudiyo menyebutkan vaksinasi di Bangkalan masih rendah meski upaya yang dilakukan seluruh petugas telah maksimal. Hingga kini, capaian vaksinasi dosis pertama masih di angka 42,50 persen. Sedangkan untuk dosis kedua sebanyak 28,70 persen,
“Untuk dosis ketiga karena sasarannya memang lebih sedikit, capaiannya cukup tinggi yakni 88,95 persen,”jelasnya.
Ia menyebut, realisasi vaksinasi empat kabupaten di Madura, termasuk Kabupaten Bangkalan masih tergolong rendah di Jawa Timur. Bahkan ia menyebut, pergerakan kenaikan prosentase melambat seiring berjalannya waktu. [sar/but]






