Sumenep (beritajatim.com) – Aparat Kepolisian membubarkan konvoi massa yang akan mendatangi prosesi pelantikan Kepala Desa (kades) di Pendopo Agung Sumenep, Kamis (16/12/2021).
“Kami punya tim mobile di tiap-tiap kecamatan untuk melakukan penyekatan massa yang melakukan arak-arakan pelantikan Pilkades,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.
Ia menjelaskan, pihaknya dipastikan membubarkan konvoi atau arak-arakan, mengingat sebelum hari ‘H’ pelantikan, para kades yang akan dilantik ini telah menandatangani surat pernyataan di atas materai, bahwa tidak akan melakukan kegiatan konvoi atau arak-arakan saat pelantikan. Apabila melanggar, maka akan diberi tinggakan tegas berupa pembubaran konvoi.
“Surat pernyataan itu dibuat dan diserahkan ke Polsek. Semua kades terpilih yang akan dilantik ini menyatakan sanggup untuk melaksanakan isi surat pernyataan itu,” ujar Widiarti.
Sejumlah konvoi yang sempat dibubarkan polisi adalah konvoi di Kecamatan Manding, Batuputih, dan Kalianget. Selain itu di lingkar utara dan barat. “Semua konvoi itu menuju pendopo. Karena itu kami suruh putar balik,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Pelantikan Pilkades tersebut diikuti 88 kepala desa terpilih. 84 diantaranya merupakan hasil Pilkades, dan 4 lainnya hasil PAW (pergantian antar waktu).
“Untuk pengamanan saat pelantikan, kami mengerahkan 350 personel yang ditempatkan di beberapa titik. Selain di pendopo, personel pengamanan juga ada di beberapa lokasi menuju pendopo,” terang Widiarti. [tem/but]







