Surabaya (beritajatim.com) – Trauma merupakan suatu dampak negatif ketika seseorang pernah mengalami hal yang sampai membuatnya tidak ingin mengulanginya kembali. Biasanya kejadian di masa lalu tersebut hingga membuatnya ketakutan, merasa cemas, hingga mungkin depresi jika mengingatnya kembali.
Hal ini disebabkan karena secara psikologis ia belum mampu mengatasinya. Setiap orang tentu memiliki beragam alasan, seperti ditinggal mati oleh orang yang disayang, pernah menjadi korban kekerasan, kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal, dan lain sebagainya.
Karena tidak teratasi dengan baik, tak ayal dampak negatif tersebut terpendam dalam hati dan pikiran, hingga terbawa hingga sekarang. Namun, seseorang yang mengalami trauma belum sembuh biasanya miliki gejala tertentu, berikut di antaranya;
Menolak perubahan positif
Seseorang yang masih mengalami trauma biasanya enggan berubah menjadi lebih positif dan hal-hal baru. Ini disebabkan karena masih adanya perasaan takut, bahkan tak jarang mereka akan curiga was-was, hingga membuat tidak nyaman. Seperti halnya ketika datang ke sebuah acara, yang ada dalam pikiran hanyalah kemungkinan adanya penolakan dari orang-orang di sana.
Takut gagal
Karena pernah gagal dan kecewa, tak ayal jika seseorang yang belum bisa menyembuhkan perasaan traumanya akan mengalami perasaan takut gagal yang berlebihan.
Biasanya ia cenderung tidak ingin mengambil risiko dan memilih tetap pada zona nyaman. Bahkan ia akan lebih fokus pada kekurangan hingga kurang memperhatikan kelebihan dirinya sendiri.
Susah meminta bantuan
Biasanya orang yang masih trauma cenderung takut membuka diri untuk menceritakan masalah-masalahnya pada orang lain. Mungkin dalam pemikirannya, orang akan menolak dan mengkritik keluh kesahnya. Bahkan ia takut orang lain justru menganggap dirinya terlalu lemah.
Sering menyakiti diri sendiri
Ketika sedang mengalami masalah, seseorang yang menyimpan perasaan trauma biasanya akan menghindar dari orang lain dan mengisolasi diri. Tak jarang mereka sering menyakiti diri sendiri secara fisik maupun mental. Bahkan hingga berdampak pada orang-orang terdekatnya.
Adanya gejala psikologis lain
Yang pasti kerap ditemui ialah adanya gejala psikologis lain yang menyertai, seperti cemas, gugup, tidak nafsu makan, susah tidur, hingga tidak menikmati hal-hal yang dulu pernah dianggap menyenangkan. Itu semua biasanya terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas. [fyi/tur]






