Magetan (beritajatim.com) – Sempat sepi pelanggan dan orderan akibat PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mulai Juli hingga saat ini, pengusaha produk kulit di Jalan Sawo, Kelurahan Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan mulai bangkit.
Kurang lebih lima persen ekonomi mulai tumbuh di kawasan sentra produk kulit sapi di Magetan itu. Pertanda baik tersebut mulai terlihat sejak November, yakni ketika pemerintah mulai memberikan beberapa kelonggaran dan masuknya Magetan di level dua dalam PPKM.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umkm”]
Pantauan beritajatim.com, pengunjung mulai banyak mampir di beberapa toko di Jalan Sawo. Tak hanya sekadar melihat-lihat, beberapa dari mereka juga terlihat membeli produk kulit. Hal itu dibenarkan oleh salah satu perajin produk kulit Budi Ridarwan Eko Patrianto.
Tak hanya mulai ramai pengunjung, orderan via online maupun orderan langsung ke toko sudah mulai terlihat. “Betul. Ekonomi Jalan Sawo sudah mulai tumbuh kurang lebih lima persen. Baik dari pembelian langsung dan make to order. Ditunjang dengan akhir pekan sehingga banyak pengunjung yang mampir. Saya memperkirakan menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Jalan Sawo dipastikan ramai,” terang Eko pada beritajatim.com Sabtu (11/12/2021).
Dia menilai dengan banyaknya kelonggaran dari pemerintah, perekonomian para pengusaha bisa membaik ketimbang satu setengah tahun ini. Banyak keputusan berat yang diambil perajin, mulai merumahkan 50 persen karyawan hingga memilih untuk gulung tikar dan mulai dari nol dengan berdagang keliling.
Pun, untuk saat ini dia menilai kondisi bisa terus membaik jika tak ada kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan-pembatasan. Dia berharap perekonomian secara makro membaik sehingga bisa mempengaruhi usaha warga Magetan khususnya pengrajin produk kulit.
“Untuk suntikan modal tentu perlu. Tapi, fokusnya pada pemulihan ekonomi dulu. Sehingga, jika nanti sudah mulai bertumbuh, modal yang disuntikkan bisa benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi pengrajin,” katanya. [fiq/suf]







