Surabaya (beritajatim.com) – Di moment hari Anti Korupsi sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember, Wakil Wali kota Surabaya, Armuji berbagi kisah terkait upayanya untuk memperkecil ruang gerak korupsi melalui berbagai cara yang telah dilaluinya sejak menjabat Anggota DPRD Kota Surabaya dan Ketua DPRD selama dua periode.
“Diantaranya adalah masyarakat harus di didik dan diberikan ruang untuk dapat turut serta mengawasi layanan publik, sehingga dapat menjadi instrumen jitu dalam pencegahan praktik korupsi,” kata Armuji di Surabaya, Rabu (8/12/2021).
Cak Ji sapaan lekat Armuji mencontohkan bahwa kesadaran masyarakat dapat membuat birokrasi dan layanan publik bisa berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hari-anti-korupsi”]
Salah satunya saat ada hal yang tidak terlayani dengan baik warga masyarakat seringkali menghubungi ponsel pribadinya, sehingga dirinya dapat memberikan perhatian untuk keluhan warga tersebut.
“Di Surabaya kita sangat terbuka sekali terhadap masukan – masukan warga, pengaduan pun mudah dan cepat ditanggapi. Hal yang demikian mempersempit mereka yang ingin mengambil untung,” papar Cak Ji.
Cak Ji menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surabaya untuk menyelenggarakan layanan publik yang bersih dan transparan melalui digitalisasi. Seperti layanan kependudukan Klampid, E – Health, Layanan Pengaduan Wargaku dan Perizinan Online Surabaya Single Window Alfa.
Hal tersebut untuk mewujudkan Visi Surabaya 2021-2026 yaitu “Gotong royong menuju Surabaya kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan”.
“Tema pembangunan daerah kota Surabaya tahun 2022 nanti adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Untuk menjalankan reformasi struktural maka kita pastikan pelayan publik kita bebas praktik korupsi,” tutup Cak Ji.(asg/ted)






