Surabaya (beritajatim.com) – Energi bersih merujuk pada energi yang diproduksi dengan hanya mendatangkan sedikit dampak buruk pada berbagai aspek mulai dari sosial, kultural, kesehatan, dan lingkungan. Energi bersih juga dapat dikatakan sebagai energi terbarukan.
Pembahasan mengenai sumber energi ini memang sudah sejak lama dilakukan dan diwacanakan. Namun, masih banyak orang yang belum mau dan mampu memanfaatkannya. Terutama di Indonesia ketika sumber energi utama masih dari PLN dan sumber batubara.
Berikut ini beberapa contoh dari energi bersih di sekitar yang bisa dimanfaatkan.
Panel Surya
Panel surya merupakan alat yang dapat mengubah energi dari sinar matahari menjadi energi listrik. Sehingga pemasangan panel surya cocok dilakukan pada lokasi yang terkena sinar matahari.
Pemakaian panel surya dapat mengurangi ketergantungan rumah tangga atau industri dari kebutuhan energi fosil. Karena sebagian kebutuhan listrik dapat dipenuhi oleh energi hasil olahan panel surya.
Berkurangnya kebutuhan energi fosil akan berdampak pada berkurangnya jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke udara. Selain itu, pemakaian panel surya juga dapat memberikan surplus (kelebihan produksi) listrik yang dapat menghasilkan keuntungan.
Turbin Angin
Turbin angin adalah alat yang dimanfaatkan dengan tenaga angin guna menggerakan kincir. Energi kinetik atau gerak dari kincir itu lalu diubah menjadi energi listrik. Oleh sebab itu, turbin angin cocok digunakan pada tempat-tempat yang sering dilewati angin kencang.
Di Indonesia sendiri , turbin angin sudah digunakan secara skala besar dan komersial, seperti di PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) Sidrap dan Tolo di Sulawesi Selatan. Turbin angin kini pun dapat dipakai pada skala rumah tangga ataupun untuk mengalirkan listrik pada fasilitas umum.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
Pada wilayah yang memiliki sungai dengan debit air yang deras, PLTMH ini bisa jadi solusi dalam menyediakan listrik. PLTMH memanfaatkan aliran air untuk menggerakan turbin yang menghasilkan energi mekanik lalu kemudian diubah menjadi listrik.
Secara umum, cara kerja PLTMH hampir sama dengan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), namun dapat diterapkan pada skala kecil. Penggunaan PLTMH dapat dilakukan di suatu kawasan tertentu, misalnya pada daerah pedesaan yang memiliki sungai berarus kencang.
Dengan pemasangan PLTMH, wilayah yang belum terjangkau listrik dapat menghasilkan listrik secara mandiri. Di Indonesia, proyek PLTMH dapat ditemui salah satunya di Desa Cibuluh yang berada di Cagar Alam Gunung Simpang, dan beberapa daerah lain.
Itulah beberapa sumber energi bersih di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. [dan/tur]





