Surabaya (beritajatim.com) – Deterjen selama ini memang jamak dianggap sebagai salah satu sumber pencemaran lingkungan. Ia menjadi salah satu limbah keluarga yang sulit untuk dihindari.
Sebab, mau tidak mau fungsi deterjen ini masih sangat krusial. Ia jadi satu-satunya opsi yang jamak digunakan untuk membersihkan pakaian. Yang jadi masalah, deterjen ini dibuat dari bahan-bahan kimia dan sintesis. Sehingga, memberikan dampak pada lingkungan.
Ia tak bisa diurai oleh mikroorganisme. Sehingga terus bertumpuk dan tidak baik utuk lingkungan. Sebenarnya, sudah banyak deterjen alami yang dijual di pasaran. Bahkan, sudah banyak tutorial untuk membuat deterjen dari bahan-bahan alami.
namun, popularitas barang-barang ini masih belum sebesar deterjen kima yang biasa kita gunakan. Selain, tentu saja perbedaan harga kedua produk alami dan kimia ini.
Apakah Deterjen Buruk Bagi Lingkungan?
Deterjen telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita, dan tidak mungkin bagi kita untuk menghilangkannya. Setiap hari jutaan deterjen dijual dan digunakan di seluruh dunia, dan ini menimbulkan pertanyaan, apa dampak lingkungan dari deterjen?
Saat kita mencuci, kita tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi pada air limbah. Yang kita khawatirkan hanyalah pakaian yang kita cuci; ketika kita menambahkan deterjen ke dalam mesin cuci, kita tidak memikirkan dampaknya terhadap lingkungan, hanya seberapa bersih pakaian kita.
Ada kepercayaan yang tak terkatakan bahwa produk yang tidak berbahaya dan biasa seperti deterjen tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan. Kami percaya ini bahkan tanpa mempertimbangkan apakah itu telah terbukti akurat atau sebaliknya.
Satu-satunya cara untuk membedakan deterjen biodegradable dari varian non-biodegradable adalah dengan bahan-bahannya. Kedua deterjen mengandung bahan kimia, tetapi deterjen biodegradable mengandung persentase produk organik yang lebih besar.
Contoh Deterjen Non-Biodegradable
Kami sebutkan sebelumnya bahwa ada deterjen biodegradable dan non-biodegradable. Perbedaan utama antara kedua deterjen ini adalah, deterjen biodegradable bersifat organik dan dapat dipecah oleh mikroorganisme menjadi bahan organik tanpa melepaskan racun atau menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Kami akan melihat beberapa deterjen terburuk yang dapat Anda beli.
Salah satu deterjen yang paling beracun adalah Tide Laundry Detergent. Deterjen ini mengandung 1,4-Dioksan, digunakan sebagai pelarut. Hal ini menyebabkan kantuk, vertigo, anoreksia, sakit kepala, dan iritasi pada hidung, mata, paru-paru, dan tenggorokan pada manusia.
Jika deterjen dapat menyebabkan kerusakan sebesar ini pada manusia, bayangkan betapa beracunnya bagi mikroorganisme yang memecah benda. Yang terbaik adalah menjauhkan deterjen ini dari rumah Anda dan juga tempat pembuangan. [rad/tur]






