Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menegaskan, pengusaha hotel, restoran dan hiburan di Kota Batu tidak diizinkan mendatangkan artis ibu kota dan menggelar pesta berlebihan saat menyambut malam pergantian tahun 2022.
Hal ini telah disosialisasikan ke asosiasi pengusaha hotel, resto dan rumah hiburan di Kota Batu. Ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 dan gelombang ketiga.
“Sudah kita sampaikan kepada pengusaha hotel dan restoran,” tegas Dewanti Rumpoko, saat menerima kunjungan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Pemprov Jatim di Balai Kota Among Tani, Sabtu (19/11/2021).
Dewanti menyebut, kaitannya dengan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 pemerintah akan memberlakukan kebijakan PPKM Level 3 untuk Jawa-Bali, mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Wisatawan yang datang ke Kota Batu hanya boleh menginap, tanpa menggelar acara berlebihan atau euforia. “Tempat-tempat wisata juga disarankan membatasi jumlah pengunjung, sesuai kuota dan kapasitas lokasinya,” tuturnya.
Dewanti menyampaikan, dua pekan pasca banjir bandang geliat Kota Batu kembali pulih juga pariwisatanya. Hotel kembali banyak kedatangan pengunjung, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
Dewanti juga menyinggung viralnya video banjir bandang yang terjadi di Kota Batu. Dijelaskan banjir memang melanda sejumlah desa dan ada tujuh korban jiwa. Serta kerugian materiil seperti kerusakan rumah, lahan pertanian, sarana jalan, kendaraan dan ternak warga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemprov-jatim”]
Dewanti meluruskan informasi di media sosial yang menampilkan gambar mengerikan banjir bandang, sehingga berimbas banyaknya agen perjalanan wisata yang membatalkan kunjungan ke Kota Batu. Ini karena beranggapan Kota Batu lumpuh dan porak poranda.
Dia pun berharap wartawan, khususnya yang datang dari Pemprov Jatim menyampaikan hal yang sebenarnya, termasuk pasca banjir bandang.
“Dan, Alhamdulillah sekarang kondisinya dalam masa pemulihan, mohon dibantu informasi ini kepada masyarakat,” kata Dewanti.
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menambahkan di tahun 2019 kunjungan wisata ke Kota Batu tercatat hampir 7,6 juta orang. Sementara, di sepanjang tahun 2020 turun drastis menjadi 2 juta orang, akibat masa pandemi.
Guna menggeliatkan kembali sektor pariwisata di Kota Batu, termasuk pasca terjadinya banjir bandang pihaknya juga menyiapkan sejumlah event.
“Dinas Pariwisata bersama dengan stakeholder mulai tanggal 19-22 November 2021, menggelar expo pariwisata. Bagi wisatawan yang datang (ke Kota Batu) dan menginap di hotel-hotel, saat makan pagi bisa datang ke Street Food,” katanya.
Mulai tanggal 18 hingga 22 November 2021 Dinas Pariwisata Pemkot Batu bersama seluruh stake holder menggelar expo pariwisata. Juga Street Food di Balai Kota Among Tani.
“Tempatnya di Jatim Park 3, ini bertujuan agar sektor pariwisata di Kota Batu kembali bergeliat,” ucapnya.
Saat dialog itu, Kabiro Administrasi Pimpinan Setdaprov Jatim Ali Kuncoro mengatakan, Pemprov Jatim dan Kota Batu tengah mendapat dua ancaman besar, Covid-19 dan bencana.
Ali menjelaskan, butuh langkah mitigasi progresif yakni untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 dan ancaman bencana alam hidro meteorologi.
Namun, Ali memuji kecepatan kesigapan Pemkot Batu menangani dan memulihkan situasi pasca bencana, yang sempat viral tersebut.
“Kota Batu progressnya luar biasa, Kota Batu survive, bisa bangkit dan kembali bisa produktif,” pungkasnya. (tok/ted)






