Surabaya (beritajatim.com) – Selama ini, ketika melakukan kegiatan bernama istirahat, mungkin yang ada di pikiran anda adalah tidur. Merebahkan badan sembari menikmati waktu tanpa melakukan apapun.
Tapi, pernahkah anda tetap merasa lelah meski sudah beristirahat, sudah tidur, dan sudah meletakkan badan di kasur untuk tidak melakukan apapun? Mungkin, masalahnya adalah anda melakuakn istirahat yang tidak sesuai dengan kelelahan yang sebenarnya sedang anda alami.
Pasalnya, istirahat memiliki banyak jenis dan tidak sekadar berhubungan dengan fisik saja. Ada beberapa cara untuk rehat agar bisa disesuaikan dengan kondisi Anda.
Jangan sampai yang lelah otak, Anda hanya rebahan sambil berpikir, itu namanya belum rehat. Berikut ini macam-macam rehat yang bisa Anda lakukan sesuai kondisi.
1. Rehat Fisik
Rehat ini bertujuan untuk membuat tubuh Anda pulih dari rasa capek yang tidak kunjung usai. Rehat fisik bisa dilakukan misalnya dengan tidur, dipijat, atau melakukan yoga.
2. Rehat Mental
Otak dan Fisik itu sama-sama membutuhkan waktu istirahat. Jika sudah mulai kewalahan, Anda bisa coba jalan-jalan cuci mata di taman atau tulis keresahan yang Anda alami di dalam jurnal harian pribadi.
3. Rehat Emosional
Menyembunyikan perasaan itu pasti ada capeknya. Rehat jenis ini menyarankan Anda untuk coba jujur dengan perasaan Anda. Dengan cara itu, Anda tidak akan merasa kelelahan secara emosional lagi.
4. Rehat Sosial
Jika Anda mulai merasa terjebak pada sebuah hubungan yang toxic, coba tambah energi dengan mencari support orang terdekat atau rehat bersosial sejenak. Anda mungkin butuh waktu sendiri, sembari mencari circle lain yang lebih sehat.
5. Rehat Sensorik
Ini rehat yang khusus pada ke-5 panca indra manusia. Misalnya karena Anda melihat laptop seharian, coba beri waktu juga agar mata Anda beristirahat selama beberapa jam.
6. Rehat Kreatif
Cara ini bisa Anda lakukan saat merasa kebuntuan ide atau merasa kurang bersemangat mengerjakan tugas. Caranya eksplore alam dan lingkungan di sekitar. Biasanya ide akan muncul jika tidak Anda paksakan.
7. Rehat Spiritual
Ini bisa Anda lakukan dengan cara berdoa, membaca kitab suci atau tulisan filosofis, bermeditasi, dan jadi sukarelawan. Rehat ini tujuannya lebih bersyukur dan bisa kembali melihat apa tujuan hidup Anda sebenarnya.
Coba kenali jenis capek yang Anda alami, dan sesuaikan dengan rehat yang perlu Anda lakukan. [dan/tur]






