Sampang (beritajatim.com) – Kasus dugaan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal, inisial MD (60) warga Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, yang terjadi Kamis (11/11/2021) lalu, sampai saat ini masih misteri.
Sebab, jajaran kepolisian setempat belum berhasil mengungkap motif dibalik dugaan pembunuhan tersebut. “Motifnya dugaan penganiayaan itu masih kita selidiki,” terang, Kasubbag Humas Polres Sampang, Iptu Sunarno, Sabtu (13/11/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penganiayaan”]
Ia menjelaskan, korban diketahui meninggal oleh istrinya sekira pukul 04:30 WIB. Saat itu, istri korban terbangun dari tidur untuk melaksanakan sholat Subuh. “Karena melihat korban yang dikira tertidur, istri korban lantas berniat membangunkan. Tapi, setelah disentuh dan dibalik korban dalam keadaan meninggal dengan kondisi luka-luka,” ungkapnya.
Dari hasil identifikasi, korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam (sajam), di bagian leher sebelah kiri, lengan sebelah kanan dan luka di punggung bagian atas. “Sedangkan barang bukti yang diamankan, sarung warna cokelat dan kaos lengan panjang warna hijau terdapat bercak di lokasi kejadian,” tandasnya.[sar/kun]






