Jember (beritajatim.com) – Tuan rumah Persid memuncaki klasemen kompetisi sepak Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J, setelah menghajar Persipro 1954 Probolinggo 5-1 (2-0), dalam pertandingan perdana di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021).
Gol Persid dicetak Taufiq Hidayat pada menit 45 dan 88, Abdul Azis pada menit 45+1, Yogi Syaiful Rizal pada menit 55, Ghifari Vaiz Aditya pada menit 59. Satu-satunya gol balasan Persipro dicetak Achmad Al Wajid pada menit 64.
Di bawah guyuran hujan, para pemain Persid mendominasi pertandingan. Praktis sepanjang babak pertama, Persipro tidak memiliki satu pun tendangan tepat sasaran. Mereka dikurung habis oleh Richard Arbed Anderson dan kawan-kawan.
Persid sebenarnya sudah bisa mencetak gol pada pertengahan babak pertama melalui kaki Ghifari Vaiz, yang memanfaatkan operan Yogi Syaiful. Namun gol itu dianulir wasit Muhammad Lutfi Donny Pratama karena Ghifari berada pada posisi offside.
Gagal mencetak gol pertama, serangan Persid semakin bergelombang. Skema gol-gol Persid nyaris sama, yakni diawali operan-operan panjang dari sayap kiri maupun kanan. Richard menjadi dirijen pertandingan dan sering melakukan rotasi posisi. Richard pula yang mengawali gol pertama Persid dengan mengirimkan umpan silang yang menimbulkan kemelut sebelum bola jatuh di kaki Taufiq.
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-3″]
Gol kedua Azis juga berasal dari umpan silang Ghifari. Gol ketiga berasal dari umpan Richard yang disundul dengan posisi membelakangi arah gawang oleh Yogi. Richard juga berperan besar dalam skema gol keempat Persid. Umpan lambungnya gagal ditepis oleh kiper Persipro Celvin Andika Setyawan dan jatuh di kaki Ghifari Vaiz yang tidak terjaga. Gol terakhir Persid berasal dari sepak sudut Richard yang kemudian disundul Taufiq Hidayat setelah sempat mengenai mistar gawang.
Richard memiliki kesempatan memperbesar keunggulan Persid melalui titik putih. Wasit memberikan hadiah tendangan penalti setelah Azis yang berlari mengejar bola umpan Yogi Syaiful dijatuhkan di kotak terlarang. Namun bola tendangan Richard melambung jauh.
Pelatih Persid Riono Asnan puas dengan hasil tersebut. “Pertandingan awal ini penting. Kalau awalnya bagus, insya Allah pertandingan kedua, ketiga, dan selanjutnya akan lebih bagus lagi,” katanya.
Riono menilai semua instruksi sudah dijalankan oleh para pemain. Faktor lapangan yang becek karena hujan turun masih bisa diatasi oleh para pemain Persid. “Dua kali 45 menit anak-anak masih bisa main dengan tempo tinggi. Tapi memang gol Persipro sulit diantisipasi kiper,” katanya.
Riono mengakui Richard bagus dalam mengambil posisi, sehingga berperan besar dalam skema gol-gol Persid. Namun dia menampik jika ada ketergantungan terhadap Richard. “Tidak ada Richard sentris,” katanya. [wir/kun]






