Surabaya (beritajatim.com) – Keluarga sebagai lingkup terkecil masyarakat, tentu memiliki dampak besar pada perkembangan manusia. Terutama bagi anak-anak. Sebab, keluarga menjadi lingkungan pertama anak-anak melakukan interaksi dan komunikasi.
Sehingga, peran orang tua menjadi sangat penting bagi perkembangan anak di masa depan. Ketika orang tua menerapkan pola asuh yang baik, anak pun akan bisa berkembang dengan baik. Begitu pula sebaliknya.
Ada cara asuh orang tua yang bisa menyebabkan luka dan trauma mendalam bagi seorang ini. Toxic parenting, yaitu pola asuh orang tua yang mengarahkan anak merasa tidak punya pilihan sendiri untuk hidupnya. Karena semua hal telah ditentukan oleh orang tuanya dan tidak berkehendak jika anak keluar dari kepatuhan.
Pola asuh yang tidak tepat tersebut akhirnya menyebabkan banyak anak yang punya hubungan kurang baik dengan orang tua. Anak pun akhirnya lebih memilih untuk tinggal merantau di kos daripada di rumah, atau parahnya bisa menyebabkan jerat kenakalan remaja.
Jika Anda akan atau sedang berposisi sebagai orang tua, sebaiknya jangan jadi toxic parents. Toxic parenting ini juga jadi hal yang dilakukan tanpa sadar bisa melukai psikologis anak, contohnya anak muda merasa bersalah dan ketakutan.
Tujuan orang tua tersebut memang tidak berarti jahat, bahkan beberapa demi kebaikan sang anak. Namun, cara yang diterapkan kurang benar. Adapun toxic parenting ini punya beberapa jenis, sebagaimana dilansir dari mentalhealth berikut.
Pertama jenis Undemanding but Supportive. Pola ini memang orang tua suportif pada keputusan anak. Namun tidak memberi bimbingan, batasan, atau target yang jelas pada anak. Ini termasuk toxic parents karena anak sejatinya butuh bimbingan dan arahan dari orang tua.
Kedua, Demanding but Unsupportive. Toxic parents jenis kedua ini ditujukan pada orang tua yang banyak menuntut tapi tidak suportif, dan cenderung otoriter. Dengan berlaku otoriter itu, anak pun merasa tertekan mental sehingga tidak bersemangat.
Ketiga, Undemanding and Unsupportive. DItujukan pada pola asuh orang tua yang tidak peduli pada anak hendak melakukan apapun dan tidak pernah memberi support baik untuk anak.
Menurut ahli, langkah pertama yang harus dilakukan jika berhadapan dengan orang tua toxic adalah dengan menolaknya secara baik. Coba diskusikan dan samakan persepsi dengan orang tua agar tidak terjadi tekanan mental. Sebenarnya, toxic parenting ini tidak bisa dihindari sebab restu anak ditangan orang tua. Tapi, toxic parenting bisa diatasi dengan menjaga rasa percaya dari orang tua pada anak. [dan/tur]






