Jember (beritajatim.com) – Iswahyudi, pelatih Banyuwangi Putra, menyatakan pengaturan hasil pertandingan (match fixing) dalam sepak bola Indonesia melibatkan banyak pihak. Bukan hanya pemain dan pelatih.
“Saya pikir kita semua orang bola. Kalau ngomong match fixing, sebenarnya menyangkut semua, bukan hanya pelatih dan pemain, tapi juga perangkat poertandingan dan manajer,” kata Iswahyudi, dalam jumpa pers kompetisi sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J, di Gedung Hendy Siswanto Center, Kabupaten Jember, Selasa (9/11/2021).
“Kalau PSSI mau membongkar, ya semuanya harus dibongkar. Maksud saya, kalau kita mau bersih ya semua harus bersih. Kalau yang bersih cuma satu dan korbannya pemain kan kasihan,” kata Iswahyudi.
Iswahyudi mengatakan, bandar pengaturan pertandingan sudah masuk ke Liga 3. “Saat itu Persewangi tidak ikut. Saya pikir, saya lihat di mana-mana sudah mulai ada pengaturan skor,” katanya.
Sebenarnya praktik ini sudah diketahui di kalangan sepak bola. “Cuma ini diungkap atau tidak. Jangan setengah-setengah,” kata Iswahyudi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-3″]
Iswahyudi mengaku pernah dibohongi pemain dan ofisial klub. “Bukan saya bersih. Saya juga penah bermain. Jadi saya tahu persis bagaimana sih cara mainnya. Hari ini saya dihubungi terus (oleh bandar pengaturan skor). Tapi saya bilang: saya tidak mau, saya mau menikmati sepak bola. Gaji saya tidak besar. Tapi saya ingin nyaman. Daripada saya kena, saya mesti malu,” katanya.
Iswahyudi berharap pertandingan kompetisi sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur di Grup J berjalan baik dan tanpa intervensi pengaturan skor. “Harapan saya pertandingan di Grup J benar-benar sesuai rule, ditonton dengan semangat perjuangan yang jujur,” katanya. [wir/suf]






