Bojonegoro (beritajatim.com) – Pencarian korban perahu tenggelam penyeberangan tradisional Sungai Bengawan Solo turut Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel menuju Desa Semambung Kecamatan Kanor sudah berjalan tujuh hari. Diperkirakan masih ada empat korban yang belum ditemukan.
Operasi SAR gabungan hari ke tujuh ini selain korban juga melakukan pencarian objek perahu serta barang bukti milik korban, baik kendaraan bermotor (R2) maupun yang lain. Pencarian barang bukti dilakukan dengan menggunakan jangkar dan perahu penambangan warga.
Jika obyek perahu diketemukan, akan ditarik oleh Tim Offroad dari tepi sungai menggunakan sling wire yang sudah disiapkan di sekitar lokasi. “Iya (fokus pencarian korban dan barang bukti, serta perahu penyeberangan),” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto, sesuai hasil koordinasi bersama Basarnas Jawa Timur.
[berita-terkait number=”5″ tag=”perahu-tenggelam”]
Operasi SAR gabungan pencarian korban perahu tenggelam yang terjadi pada Rabu (3/11/2021) sekitar pukul 09.30 WIB itu dikomandoi langsung oleh Basarnas. Pencarian objek perahu dilakukan dengan radius sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
Diketahui, satu unit sepeda motor jenis Supra X bernomor polisi AG 5925 RDF dan tas berisi sejumlah uang tunai dan identitas diri korban bernama Basori (47) Warga Desa Karanganom Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo berhasil ditemukan.
Pencarian dibagi beberapa tim, untuk pencarian objek perahu dan barang bukti di sekitar lokasi dilakukan lima tim dari BPBD Bojonegoro, Kodim 0813, dan tiga petarahu milik warga. “SRU 1 dan 2 atau BPBD dan Kodim membackup safety officer,” pungkasnya.
Sementara tim relawan yang lain melakukan penyisiran hingga ke daerah perbatasan Lamongan atau hingga ke wilayah Bendung Gerak di Kecamatan Babat. Pencarian korban dilakukan dengan cara paralel menggunakan perahu karet menyisir di tepi kanan dan kiri serta di bagian tengah sungai. [lus/kun]







