Jember (beritajatim.com) – Persid mengarungi kompetisi sepak bola Liga 3 pada 2021 tanpa dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun manajemen klub berhasil menggaet sponsor.
“Pak Bupati support betul Persid. Cuma yang perlu ditekankan, kami tanpa APBD. Semuanya dibiayai sponsor. APBD tidak membiayai Persid tahun ini,” kata Manajer Persid Rezky Pratama Hermansyah, Kamis (4/11/2021).
Saat ini biaya operasional Persid ditopang tujuh sponsor. Nominal sponsor mereka berbeda-beda. Namun Rezky enggan mengungkap nominalnya. “Yang penting cukup untuk gaji anak-anaklah (pemain, red), soalnya anak-anak ini gajinya besar-besar, terutama yang dari luar kota. Pemain asal Jember juga standar, ada yang besar. Kami setarakan semua. Yang penting kesejahteraan pemain, gaji tidak telat, makan enak, yang penting mereka berfokus saja di Liga 3,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persid”]
Kontrak sponsor tersebut berlangsung hingga perjalanan Persid berakhir di musim ini. “Kami menjanjikan sponsor untuk pemasangan advertising board, kami kasih privelese di media sosial (resmi klub). Kami kasih (cantumkan) di banner. Tidak maksimal seperti di Liga 2, karena pertandingan tanpa penonton,” kata Rezky.
Sementara itu, legislator DPRD Jember yang juga mantan manajer Persid, Sunardi, berharap klub berjuluk Macan Raung itu lebih memaksimalkan dana dari APBD daripada pihak ketiga. “Karena beda antara klub profesional dengan amatir. Kalau klub amatir wajib hukumnya untuk APBD,” katanya. [wir/but]






