Surabaya (beritajatim.com) – Ketika para pemimpin dunia berkumpul di Glasgow, Skotlandia guna membahas isu perubahan iklim di acara COP26. Sebuah berita dari laut pasifik datang dengan kenyataan yang mencengangkan; dua pulau sampah seluas ratusan mil telah terbentuk di laut pasifik.
Pulau terapung yang tebentuk dari kumpulan sampah ini dikenal dengan nama The Great Pasific Garbage Patch. Pulau ini terbagi menjadi dua pusaran yakni pusaran barat yang dekat dengan Jepang, dan pusaran timur yang dekat ke Meksiko dan California.
Terbentuknya pulau sampah ini adalah contoh terbaik dari peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Kebiasaan kita yang membuang sampah di sungai, di pantai, di laut, meski hanya sedikit, telah menjadi penyebab terbentuknya bukan hanya bukit, tetapi pulau sampau jauh di tengah lautan, sana.
Dua pusaran pulau sampah raksasa ini terbentuk dari kumpulan sampah darat dan sampah laut. Plastik dan sedotan adalah dua sampah darat yang paling dominan di sana. Sedangkan sampah laut seperti alat tangkap ikan yang dibuang di laut turut meramaikan pusaran sampah tersebut.
Hal pertama yang harus kita ingat adalah sampah platik merupakan jenis sampah yang sulit terurai. Butuh ribuan bahkan ratusan tahun agar plastik bisa terurai. Sehingga, ketika sampah-sampah ini dibuang ke laut, mereka akan berkumpul dan terus menumpuk.
Hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh merusak kehidupan laut dan lingkungan secara menyeluruh. Terutama memperburuk isu perubahan iklim dan semakin meningkatnya suhu bumi.
Polusi plastik dan mikroplastik ini terbukti berkontribusi pada perubahan iklim. Sebab, ketika sampah-sampah ini terkena panas, akan mengeluarkan gas rumah kaca yang berpotensi memperparah penginkatan suhu di bumi.
Untuk mengatasi krisi iklim tersebut, paling tidak dibutuhkan pengurangan sampah plastik hingga 8 juta pon pertahun. Hal ini yang coba terus diusahakan oleh Ocean Cleanup, sebuah organisasi nir-laba yang bergerak di bidang lingkungan.
Sejak bulan Agustus 2021 lalu, mereka telah melakukan pembersihan di The Great Pacific Garbage Patch. Mereka melepaskan Jenny, mesin pembersih berskala besar pertama mereka untuk melakukan pembersihan tersebut. Sampai Oktober 2021 ini, mereka telah berhasil membersihkan lebih dari 63.000 pon sampah. Sebuah kerja yang mereka sebaut sebagai awal dari masa akhir Great Pacific Garbage Patch. [tur/bjo]






