Gresik (beritajatim.com) – Debit air Kali Lamong mulai naik seiring dengan tingginya curah hujan di Gresik belakangan ini. Akibatnya, Kali Lamong yang memiliki panjang 64 kilometer itu mulai merendam lima desa serta dua kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik tercatat empat desa di Balongpanggang dan satu desa di Benjeng kebanjiran. Kendati mulai menerjang, air bah itu masih dirasa belum parah.
“Akibat hujan dengan intensitas lebat di wilayah hulu Kali Lamong, tinggi permukaan air Kali Lamong mengalami peningkatan,” kata Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito, Rabu (3/11/2021).
Adapun desa terdampak di antaranya di Kecamatan Benjeng. Yakni, Desa Lundo. Luapan Kali Lamong membuat jalan lingkungan Desa Lundo tergenang air, dengan ketinggian mencapai 20 hingga 40 sentimeter sepanjang 300 meter. Termasuk, menggenangi area persawahan yang ada di desa setempat seluas 15 hektar.
“Selain itu, ada empat desa di Kecamatan Balongpanggang yang tergenang, di Desa Dapet, Banjaragung, Sekarputih dan Wotansari,” ujar Tarso Soegito.
Khusus Desa Dapet, air menggenangi area persawahan seluas 5 hektare, dengan ketinggian sekitar 10 sampai 20 sentimeter. Sementara di Desa Banjaragung, air merendam jalan lingkungan setinggi 15 hingga 30 sentimeter sepanjang 200 meter, dan juga area persawahan seluas 2 hektare.
Sedangkan di Desa Sekarputih, menyebabkan jalan sepanjang 100 meter jalan lingkungan terendam air dengan ketinggian 10 sampai 15 sentimeter. Untuk Desa Wotansari, jalan lingkungan yang tergenang sepanjang 200 meter dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 30 sentimeter.
“Ada jalan poros desa yang ada di Desa Wotansari juga tergenang air sepanjang 150 meter, area persawahan 11 hektare dan satu rumah warga,” imbuh Tarso Soegito.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Imbas intensitas curah hujan yang mulai tinggi. BPBD Gresik juga terus melakukan koordinasi dengan Muspika Benjeng dan Balongpanggang. Termasuk, dengan Pemdes guna melakukan pendataan dan monitoring.
Seperti diketahui, luapan Kali Lamong itu sudah menjadi momok tahunan warga Gresik Selatan saat di musim hujan. Untuk itu, dirinya mitigasi daerah rawan dikedepankan. Bahkan, sejumlah perahu darurat pun sudah berada di desa-desa.
“Petugas kami terus memantau ketinggian air di Kali Lamong, saat ini debit air kali sudah meningkat tapi di beberapa titik masih aman,” pungkas Tarso Soegito. [dny/but]






