Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka menghindari kecurangan dan menekan resiko yang tak diinginkan selama proses produksi dan pemasaran hasil laut, Unit Pelaksana Teknis Tempat Pelelangan Ikan (UPT TPI) Brondong Lamongan menginginkan adanya inovasi sistem online yang terorganisir.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepala UPT TPI Lamongan, Bambang Tri saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya. Dengan sistem online yang terorganisir dan memiliki payung hukum, menurut Bambang, hal ini akan lebih meminimalisir resiko kerugian para pelaku usaha di TPI setempat.
“Kami berharap, nantinya sistem pemasarannya melalui online yang terorganisir dan punya payung hukum yang jelas. Sehingga akan terhindar dari kecurangan-kecurangan yang tidak diinginkan,” ujar Bambang kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).
Bambang menjelaskan, kerugian yang kerap dialami oleh para nelayan atau pelaku usaha di TPI itu salah satunya seperti ikan yang sebenarnya telah melalui proses sortir dan memiliki grade bagus, tapi setelah dikirim ke pembeli harganya diturunkan secara sepihak oleh pembeli lantaran dianggap tak sesuai dengan yang diinginkan.
Selain itu, melalui sistem online tersebut, akan lebih banyak bermunculan market baru yang dapat menampung potensi hasil melaut nelayan, mengingat potensi ikan yang melimpah itu harus dapat terdistribusi dan dijual sesegera mungkin agar kualitas dan nilai jualnya tetap stabil.
“Saat di TPI, ikan-ikan tersebut telah melalui proses sortir yang ketat, dibedakan sesuai size, jenis ikan, dan kualitasnya masing-masing. Namun saat telah dikirim ke pembelinya, ikan yang sebenarnya masuk grade super malah dinilai jelek atau dianggap KW 1. Sehingga harganya diturunkan secara sepihak oleh pembeli, padahal itu hanya siasat pembeli agar bisa mendapat ikan dengan harga murah,” terangnya.

Tak hanya menginginkan sistem pemasaran online saja, Bambang juga berharap, ke depan produksi ikan di TPI setempat bisa semakin meningkat pesat, melalui peralatan teknologi yang semakin canggih seperti aplikasi pencari ikan yang akurat, dan fasilitas modern lainnya.
“Harapan selanjutnya adalah bagaimana produksi ikan di TPI sini bisa terus bertambah dan meningkat lagi, yakni dengan adanya peralatan teknologi yang canggih untuk menunjang nelayan dalam menangkap ikan di laut. Tentu hal ini melalui support atau bantuan dari pemerintah,” harapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tempat-pelelangan-ikan”]
Sebagai informasi, Lamongan adalah kabupaten produsen ikan terbesar di Jawa Timur. Dengan memiliki 5 titik TPI, Lamongan telah melampaui produksi ikan dari daerah lainnya seperti Pasuruan, Situbondo, dan bahkan Banyuwangi yang terkenal dengan pelabuhan nelayannya di Muncar.
Dari data yang diserap, titik TPI yang paling besar berada di Brondong. Saat ini, total nelayan Lamongan berjumlah 20.975 orang, dengan jumlah kapalnya sebanyak 3423 unit. Mengenai rekapitulasi produksi ikan laut di TPI Brondong saja, diketahui mencapai 60 ribu ton pada tahun 2019, lalu 60,2 ribu ton pada tahun 2020, dan 43,5 ribu ton mulai bulan Januari hingga September 2021.[riq/ted]






