Surabaya (beritajatim.com) – Vagina sebagai alat reproduksi perempuan memang perlu mendapatkan perawatan yang cukup agar ia tetap bersih dan terhindar dari berbagai kelainan yang mungkin terjadi. Salah satu kelainan yang mungkin terjadi adalah kista bartholin. Sederhananya, kelainan ini terjadi karena terjadinya penumpukan nanah yang menyumbat kelenjar bartholin dan menimbulkan benjolan.
Kelenjar ini berada di kedua sisi vagina. Ia adalah kelenjar yang bertugas memproduksi dan mengeluarkan cairan untuk melembabkan vulva. Ketika penumpukan terjadi disalah satu kelenjar, hal itu akan menyebabkan pembukaan saluran tersumbat.
Pada banyak kasus, kelainan kista bartholini atau juga banyak disebut abses bartholini ini tidaklah berbahaya. Namun, jika benjolan ini kemudian terkena infeksi, ceritanya akan berbeda.
Cairan di salah satu kelenjar Bartholin biasanya dapat menumpuk selama bertahun-tahun sebelum kista muncul. Namun, kadang-kadang itu bisa terjadi “selama beberapa hari”. Sampai saat ini belum ada kejelasan yang sangat kuat mengenai kista Bartholin.
Selain karena penumpukan cairan dan penyumbatan kelenjar, Tetapi para ahli percaya mereka dapat terinfeksi oleh bakteri seperti E. coli dan yang menyebabkan infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia.
Membahas tentang kista bartolin ini memiliki gejala, dimana Anda mungkin saja tidak melihat kista Bartholin yang lebih kecil, tetapi jika tumbuh cukup besar, bisa terasa seperti benjolan didekat lubang vagina Anda, biasanya hanya disatu sisi.
Tetapi jika kista tersebut tumbuh terlalu besar atau terinfeksi, anda mungkin merasakan gejala seperti pembengkakan dan kemerahan, sakit saat duduk atau berjalan, demam, nyeri saat berhubungan seksual, dan keputihan atau tekanan pada vagina.
Jika Anda mengalami gejala diatas kemungkinan Anda mengalami kista bartolin ini, namun sebelumnya akan ada pemeriksaan oleh dokter dan memastikan apakah Anda memiliki kista Bartholin, jika kista tersebut besar maka dokter bisa mendiagnosis hanya dengan melakukan pemeriksaan panggul yang akan mengungkapkan apakah salah satu kelenjar Bartholin Anda lunak dan membesar.
Jika Anda berusia di atas 40 tahun, dokter memungkinkan menyarankan melakukan biopsi. Meskipun jarang, benjolan baru mungkin bisa menjadi tanda kanker. Biasanya, kista Bartholin yang kecil dan tidak terinfeksi tidak memerlukan pengobatan, tetapi jika lebih besar atau terinfeksi, ada pilihan pengobatan tertentu termasuk operasi. Adapun Jika Anda memiliki kista Bartholin yang berulang, dokter Anda mungkin menyarankan salah satu dari dua pilihan permanen lainnya seperti marsupialisasi atau eksisi kelenjar Bartholin. [ptr/tur]






