Surabaya (beritajatim.com) – Jodoh bisa daatang kapan saja dan dari mana saja. Bahkan kadang dari cara dan tempat yang tidak kita sangka-sangka. Termasuk dari media sosial. Meski belum pernah bertemu, banyak cerita orang-orang yang menikah hanya dari komunikasi secara online di media sosial.
Kali ini, ada tren baru yang sedang hangat dibicarakan dan dilakukan para pengguna media sosial; mencari jodoh via Tiktok. Aplikasi berbasis video pendek yang kerap diiringi musik ini kini menjadi salah satu tempat orang-orang jomblo mencari pasangan.
Hal ini bisa dipahami. Sebab, dengan terus bertambahnya pengguna aplikasi ini, maka potensi untuk menemukan jodoh yang hilang semakin besar pula. Sejak awal pandemi, platform media sosial Tiktok mengalami perkembangan yang luar biasa. Mereka menggunakan fitur trend untuk membuat aplikasi pencarian jodoh.
Salah satu trend Tiktok yang paling populer yang dimanfaatkan sebagai ajang pencarian jodoh adalah melalui trend Boyfriend /Girlfriend / Husband / Wife Application Trend atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Tren Pendaftaran Pacar / Suami / Istri.
Dalam tren ini, orang-orang akan membagikan profil singkat mereka seperti nama, umur, dan pekerjaan. Mereka juga dihimbau untuk menambahkan fakta-fakta unik mengenai diri mereka. Melalui profil singkat ini, para penonton kemudian bisa mencari orang-orang yang sesuai dengan kriteria mereka. Seperti halnya ciri khas tren Tiktok lainnya, tren ini juga dilengkapi dengan potongan singkat lagu berjudul “Shower” yang dinyanyikan oleh Becky G.
Jika tren ini pernah lewat di For You Page Tiktok anda, anda pasti sangat familiar dengan bagian lagu ini yang berbunyi “You light me up inside. Like the 4th of July. Whenever your around. I always seem to smile.” Selain menggunakan lagu dari Becky G, orang-orang juga memilih untuk menggunakan lagu “I’m Single and I’m Lit” yang dipopulerkan oleh Rontae Don’t Play. Beberapa Tiktoker terkenal seperti Addison Rae diketahui juga pernah berpartisipasi dalam tren ini.
Meskipun ramai dipraktikkan dan diperbincangkan banyak orang, keampuhan menjalankan tren ini sendiri masih belum terjamin karena belum ada bukti kuat yang memberikan contoh bahwa dengan melakukan tren ini kita bisa mendapatkan pasangan.
Hal tersebut tentu saja tidak menghalangi orang-orang untuk terus melakukan tren ini karena hakikatnya tren ini adalah ajang untuk memamerkan pencapaian diri masing-masing. Sebuah fenomena yang lumrah terjadi di berbagai platform media sosial lainnya. [dwp/tur]






