Malang (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang sejauh ini memiliki 53 cabang olahraga (cabor). Namun, dari sekian cabor tersebut, tidak semuanya memiliki tempat latihan bagi atlet yang layak untuk digunakan. Bahkan, sangat minim fasilitas pendukung. Hanya saja, bermodalkan semangat atlet dan pelatih yang mereka miliki, maka tempat untuk berlatih tidak menjadi persoalan.
Seperti atlet di salah satu cabor Angkat Besi dan Angkat Berat ini. Para atlet terpaksa harus berlatih di ruang tamu milik Pembina Prestasi (Binpres) Cabor Angkat Besi dan Angkat Berat KONI Kabupaten Malang, Untung Ari Wibowo, yang berlokasi di Jalan Pramuka, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Tempat berlatih para atlet ini hanya berukuran 28 meter persegi (m2), dan jauh dari kelayakan sebagai tempat berlatih bagi atlet angkat besi dan angkat berat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”angkat-besi”]
Menurut Untung, dirinya telah memiliki 11 orang atlet, yang terdiri dari 6 orang atlet angkat berat, dan 5 orang atlet angkat besi. Sedangkan pendidikan mereka tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan satu orang kini mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM).
Untung terpaksa menyulap ruang tamu rumahnya di gunakan untuk berlatih atlet angkat besi dan angkat berat sejak tahun 2018. Meski tempat latihan jauh dari kelayakan dan sangat minim fasilitas, tapi dirinya dan atlet memiliki semangat yang cukup besar dalam berlatih.
“Kami optimis bisa, hanya semangat dan tekad yang kuat, dan kemungkinan itu yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di Jawa Timur selama ini,” tegas Untung, Selasa (26/10/2021).
Menurut Untung, tempat latihan atlet angkat besi dan angkat berat jauh dari kelayakan, namun pada Porprov Jatim 2011, 2013, dan Porprov 2015, atlet kami telah berprestasi, karena telah memperoleh medali, baik itu emas, perak maupun perunggu.
Sementara untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, atlet angkat besi dan angkat berat asal Kabupaten Malang masih belum menyumbangkan medali. Namun, atlet Kabupaten Malang yang memperoleh medali di PON tersebut totalnya sebanyak 39 medali.
“Itu membuktikan bahwa atlet dan pelatih KONI Kabupaten Malang memiliki semangat yang luar biasa untuk menjuarai disetiap even-even pertandingan olahraga, baik di daerah, nasional maupun internasional. Padahal, dukungan finacial sangat minim, dan bahkan untuk beli air mineral saja sulit dibeli,” kata Untung.
Untung yang juga sebagai guru olahraga di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Singosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini menjelaskan, jika atlet binaannya ini rata-rata anak dari orang tuanya yang dalam segi ekonominya kurang beruntung. Tapi, hal itu tidak menyurutkan memperoleh prestasi, sehingga menjadi kebangaan keluarganya. Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar serius dalam memperhatikan atlet-atlet yang berprestasi, yang tidak hanya mengarumkan nama daerahnya, tapi juga mengharumkan nama bangsa Indonesia dikancah internasional.
“Kami optimis atlet Angkat Besi dan Angkat Berat KONI Kabupaten Malang di Porprov VII Jatim 2022 mendatang, memperoleh prestasi berupa medali, baik itu emas, perak maupun perunggu. Meski dalam kesehariannya, atlet yang berlatih minim fasilitas dan dukungan finacial,” beber Untung.
Selain membina Cabor Angkat Besi dan Angkat Berat, Untung selama ini membina langsung sebuah klub karate. Khusus di ajang karate ini, atlet binaan Untung mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia ditingkat Internasional. Yakni seorang karateka bernama I Made Khisawa Hergianta, yang kini masih duduk dibangku kelas XII SMAN 1 Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Anak didik Untung di dunia karate tersebut, peraih medali emas di even Coupe Internasionale DE KAYL Luxembourg, Jerman, pada tahun 2017 lalu. Serta meraih medali emas di Porprov Jatim 2019. (yog/kun)






