Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto masuk ke dalam wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1-4 di Wilayah Jawa dan Bali. Keputusan ini berlaku mulai tanggal 19 Oktober hingga 1 Nopember 2021.
Dengan masuknya kota dengan tiga kecamatan ini ke wilayah PPKM Level 1, kabar gembira bagi masyarakat yang hendak berbelanja ke mall sembari membawa anak-anak untuk bermain. Ini lantaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengizinkan satu-satunya mall di Kota Mojokerto, Sunrise Mall memperbolehkan anak-anak masuk.
Hal tersebut dibenarkan Chief Marketing Sunrise Mall, Andyanto Vino. “Anak-anak diperbolehkan masuk dan bermain serta boleh nonton secara resmi mulai kemarin, tanggal 19 Oktober 2021. Anak-anak memiliki kontribusi yang cukup besar jadi sebelum diperbolehkan masuk traffic itu hanya sekitar 55 persen,” ungkapnya, Rabu (20/10/2021).
Setelah anak-anak diperbolehkan masuk Sunrise Mall, lanjut Vino (sapaan akrab, red), di hari pertama traffic langsung naik sekitar 75 persen. Ada peningkatan sekitar 25 persen atau hampir 30 persen setelah anak-anak secara resmi diperbolehkan masuk Sunrise Mall serta permainan anak-anak diperbolehkan buka.
“Penurunan level 1 ini kami tanggapi dengan rasa syukur namun di internal kami, tetap saya instruksikan merapatkan barisan untuk penerapan pengetatan protokol kesehatan. Karena potensi peningkatan traffic di dalam mall akan naik sekitar 30 persen dengan adanya pembukaan permainan, anak-anak diperbolehkan masuk serta bioskop diperbolehkan anak-anak masuk,” katanya.
Sehingga pihak Sunrise Mall melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Dengan cara security melalui Tim Satgas Covid Sunrise Mall melakukan tindakan preventif yaitu melakukan menyampaikan melalui pengeras suara di sekitar area Sunrise Mall. Termasuk pentingnya 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mojokerto”]
“Tim Satgas Covid Sunrise Mall melakukan woro-woro mulai dari lantai ground sampai dengan lantai atas untuk menghindari potensi penumpukan, potensi kerumunan. Tim memberikan edukasi kepada pegawai yang mungkin tidak menaati protokol kesehatan. Jadi ada 5 tenant permainan yang secara resmi kami buka,” jelasnya.
Yaitu Amazone, Game Fantasia, Afallen, Azhar Station dan Kidz Creative Playground. Vino menjelaskan, semua permainan tersebut menerapkan aturan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan pihaknya langsung melakukan sosialisasi untuk melakukan pencatatan terhadap setiap pengunjung atau orang tua yang anaknya ingin bermain ke masing-masing playground tersebut.
“Harapannya, kelonggaran level 1 ini bisnis bisa kembali berjalan karena terus terang tidak semua pegawai permainan ini bisa masuk karena mereka juga masih melihat respon customer seperti apa. Kami juga berharap ekonomi kembali bangkit ya, setelah kami buka sebulan tapi itupun masih menderita tapi dengan permainan dibuka, anak-anak boleh masuk, boleh nonton, ini angin segar buat kami,” tuturnya.
Pihaknya berharap, semoga recovery bisnis yang ada di sunrise Mall bisa kembali pulih serta pemerintah, media dan para customer terus mendukung perihal ketentuan yang dijalankan Sunrise Mall. Dengan harapan agar Kota Mojokerto tetap berada di PPKM Level 1 tersebut bisa terus bertahan sampai nanti.
“Karena kami antisipasi adanya potensi-potensi, amit-amit ya gelombang ke-3 sehingga menyebabkan nantinya akan ada aturan tambahan yang bisa jadi kalau kasusnya naik akan ada pengetatan kembali. Makanya kami harapannya, mari bersama-sama bahu-membahu untuk menerapkan protokol kesehatan di area Sunrise Mall atau di manapun kita semua berada,” tegasnya. [tin/ribut]








