Surabaya (beritajatim.com) – Siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Jemur Wonosari, MI (12) nyaris jadi korban penculikan oleh tiga orang tak dikenal sepulang menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolahnya, Selasa (19/10/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dikonfirmasi wartawan, Nur Paini (54), ibunda MI mengatakan, dari keterangan anaknya, dia berhasil kabur setelah tiga pelaku lengah bermain ponsel. Kelengahan mereka dimanfaatkan korban untuk meloloskan diri, Namun demikian, pelaku masih mencoba memburu korban.
“Begini, pintu kan kebuka (sisi belakang kiri), pelaku 1 asik main HP, 1 orang nyetir (mobil) dan 1 pelaku turun. Jadi tanpa pengawasan. Mungkin disuruh jaga, malah HP-an, dia (korban) langsung lari,” terang Nur Paini, Rabu (20/10/2021).
Saat berhasil lolos dari para penculik tersebut, MI lari menuju sekitaran SMP 13 Surabaya. Kemudian, dia memasuki sejumlah gang untuk menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, bocah berkacamata itu menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
“Pas sampai rumah, nangis, kayak sampai mau pingsan saking tegangnya. Saya nggak menduga kalau anak saya mau diculik. Sempat keluar dikejar orang 1, makanya dia itu jatuh. Tapi dia gak mau teriak karena ketakutan,” tambahnya.
Anak keempat dari lima bersaudara itu memperkirakan usia pelaku sekitar 40-45 tahun. Paini juga mengaku, sejauh pemantauan terhadap MI, dia tergolong bocah yang tak memiliki masalah.
“Perkiraan usia ya 40-45 tahun. Dua orang berpostur pendek, yang 1 agak tinggi. (rambut) botak (kulitnya) putih. Kata anak saya gitu. Anak saya enggak pernah keluar. Paling keluar mengaji, les, sudah. Anaknya di rumah aja. Nggak pernah ada masalah sama sekali,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penculikan”]
Sebelumnya diberitakan, MI (12) siswa kelas 6 SD Jemur Wonosari I, nyaris jadi korban penculikan sepulang menjalani pelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolahnya, Selasa (19/10/2021) siang. Penjaga sekolah, Agus Riyanto mengatakan, korban awalnya dihampiri mobil hitam berisi tiga orang.
“Orangnya tiga. Satu turun (dia) pura-pura tanya ‘Dek pom bensin endi’. Nah, MI lantas menjawab ‘lurus pak nanti jalan raya belok kiri ada pom bensin’. Mendadak pelaku membekap mulut MI lalu menggendong masuk dalam mobil,” terang Agus.
Setelah berhasil mendekap MI ke dalam mobil, pelaku sempat berhenti di Jl Raya Jemur dan menelepon seseorang. Momen tersebut dimanfaatkan MI kabur. “MI cerita begitu. Dia langsung lari ke arah SMPN 13 Kecamatan Wonocolo. Pelaku sempat mengejar namun balik saat di tikungan. MI lari terus sampai jatuh tersungkur hingga mulutnya berdarah,” tambahnya. [ang/suf]






