Surabaya (beritajatim.com) – Di balik aksi sang kiper andalan Timnas Argentina yang sering membuat lawan terkena tekanan mental. Emi Martinez juga memiliki kisah yang begitu inspiratif. Kiper yang pada pertandingan MU melawan Aston Villa kemarin berani menantang mega bintang Cristiano Ronaldo itu berhasil gagalkan tendangan penalti Bruno Fernandes.
Kisah Martinez diawali saat dirinya direkrut oleh Arsenal dari Independiente di musim tahun 2010. Waktu itu, Emi tampil begitu baik di sebuah turnamen dan berhasil jadi kiper terbaik.
Masa kecil seorang Martinez sendiri juga cukup sedih, sebab dirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu secara finansial. Sebenarnya, dia pun berpikir dua kali untuk meninggalkan keluarganya lalu hengkang ke London.
Namun, Emi akhirnya pergi karena teringat sang Ayah yang menangis di malam hari akibat tidak mampu membayar tagihan. Bermodal keyakinan di kota London, Martinez berhasil mengukir kisah yang sebenarnya tidak langsung berbuah manis.
Martinez yang sudah berada di klub selama 10 tahun hanya bisa tampil sebanyak 25 kali. Emiliano bahkan tidak pernah percaya jika dirinya akan jadi kiper utama di Arsenal. Sebelumnya Martinez harus rela dipinjamkan ke 6 klub berbeda dari tahun 2012 hingga 2019.
Di satu titik, Emi pun hampir menyerah lalu coba berkonsultasi ke psikiater untuk memulihkan mentalnya. Tapi, satu hal yang layak dikagumi adalah Emiliano terus percaya pada talenta yang dimilikinya.
Di tahun 2020, Emiliano direkrut oleh Aston Villa seharga 20 juta Poundsterling. Martinez pun langsung menyamai rekor Brad Friedel di musim pertama dengan raihan 15 clean sheet. Penampilan apiknya di level klub tidak terlepas dari pantauan timnas Argentina.
Di bulan Juni, Emi dipanggil untuk membela timnas Argentina di Copa America. Martinez mampu tampil bagus sepanjang kompetisi dan sukses membawa Argentina meraih gelar pertama mereka selama 28 tahun. Martinez pun mendapat gelar sebagai kiper terbaik di turnamen itu dengan rekor 4 clean sheet.
Satu hal yang melekat dengan Emiliano adalah kemampuannya memainkan mental lawan. Korban Martinez pun sudah ada dua, yaitu timnas Kolombia dan Bruno Fernandes. Pada babak semifinal Copa America, Emiliano memainkan mind games dan berhasil menyelamatkan 3 penalti dari timnas Kolombia.
Di akhir pekan lalu, Bruno Fernandes dipengaruhi oleh Martinez karena aksinya yang berani menantang CR7 untuk mengambil penalti tersebut. Padahal, rekor penalti Bruno bisa dibilang sangat baik dengan persentase 91,3%. Namun, karena pengaruh Emi tendangan Bruno Fernandes justru jauh di atas mistar gawang. [dan/esd]






