Gresik (beritajatim.com)- Ditengah pandemi covid-19 yang hingga kini belum berakhir. Tak membuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Desa Domas dan Putat Lor, Kecamatan Menganti, Gresik patah semangat. Sebaliknya di moment tersebut, UMKM setempat mencoba bangkit dari keterpurukan dengan melakukan ekspor hasil kerajinan rotan ke negara Jepang.
Ada 4 set kerajinan kursi meja, dan 10 kerajinan rotan perabotan rumah tangga dikirim ke Jepang sekaligus mengikuti pameran di negara ‘Sakura Jepang’ yang difasilitasi oleh Bea Cukai serta KBRI di Tokyo.
Kepala Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP B) Gresik, Bier Budy Kismulyanto menuturkan, sebagai mitra di daerah institusinya memiliki tugas mengembangkan potensi UMKM di daerah yang bisa diekspor utamanya kerajinan. “Potensi UMKM saat ini produknya memiliki peluang bisa diekspor dan kami siap memfasilitasi,” tuturnya, Rabu (29/09/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMKM”]
Masih menurut Bier Budi, sebelumnya KPPBC-TMP B Gresik juga pernah memfasilitasi mencarikan pasar ekspor bagi UMKM yang memiliki produk berkualitas. “Ekspor UMKM rotan ini yang ke 16. Sebab, sebelumnya ada UMKM kerajinan sarung juga melakukan ekspor,” paparnya.
Atase Keuangan KBRI Indonesia di Tokyo Jepang, Sonny Surachman yang mengikuti pelepasan ekspor kerajinan rotan melalui via zoom metting mengatakan, dirinya berharap melalui pameran ini akan banyak lagi produk UMKM yang menembus pasar ekspor. “Kami terus berkomitmen meningkatkan pasar ekspor utamanya UMKM asal Gresik,” katanya.
Sementara Muhammad Nur (47) perajin rotan asal Desa Domas, Kecamatan Menganti menyatakan dirinya mengapresiasi peran pemerintah yang membantu produknya bisa menembus pasar ekspor. “Ini pertama kalinya produk kami bisa menembus pasar ekspor di Jepang serta diberi kesempatan mengikuti pameran disana,” ungkapnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menambahkan, dirinya berharap melalui ekspor kali ini bisa diikuti UMKM yang lain. Pasalnya, hanya sektor tersebut yang mampu bertahan ditengah pandemi covid-19.
“Produk UMKM asal Gresik tidak kalah dengan daerah lainnya. Buktinya kerajinan rotan asal Desa Domas dan Putat Lor bisa menembus pasar ekspor dan pemerintah daerah siap membantu,” pungkasnya. [dny/kun]






