Surabaya (beritajatim.com) – Hampir dari kita semua, pernah menjadi pelaku atau korban perundungan. Treutama di masa kecil, bahkan mungkin ada yang masih berlanjut hingga sekarang. Perundungan, dalam taraf tertentu memang sering dianggap sebagai becandaan saja. Tetapi, jika dilakukan terus-menerus, pasti akan memberikan dampak psikologis yang buruk terutama bagi korbannya.
Perundungan atau lebih dikenal dengan bullying seringnya dikaitkan dengan tindakan fisik maupun mempermalukan korban di depan umum. Padahal, perundungan tidak sebatas pada hal tersebut.
Ada banyak bentuk perundungan yang tidak kadang kurang disadarai orang. Bahkan, tak jarang perundungan dibungkus dengan alasan bercanda sehingga korban tidak kuasa melawan. Namun, tetap saja jenis perundungan apa pun bisa menimbulkan luka emosional pada korban. Kepribadian mereka yang manis dan baik merupakan cara yang digunakan pelaku untuk memanipulasi situasi sesuai keinginan mereka.
Bagaimanapun cara dan apapun bentuknya, bullying tidak pernah bisa dibenarkan. Dengan menyadari jenis perundungan terselubung, kita semua bisa lebih pada situasi korban dan siap untuk membantu.
Perundungan Verbal
Perundungan verbal jenis ini acap kali dilakukan dengan menggunakan kata-kata guna mendapatkan kekuasaan dan kontrol atas target. Penggunaan kata-kata ini dilakukan untuk meremehkan, merendahkan, dan menyakiti target.
Ini seringkali dilakukan dengan memberikan panggilan khusus pada target berdasarkan cara mereka berperilaku, penampilan, ciri fisik, nama orang tua, atau pekerjaan. Perundungan verbal sangat sulit untuk diidentifikasi karena biasanya pelaku menyerang saat orang dewasa tidak ada dan tidak ada bukti kekerasan yang ditinggalkan.
Perundungan Sosial
Hampir sama dengan perundungan verbal, perundungan sosial juga sulit dikenali. Hal ini karena terjadi secara terselubung. Bentuk perundungan ini dilakukan di belakang orang yang terintimidasi dengan tujuan untuk mengacaukan reputasi sosialnya. Perundungan sosial biasanya berupa, kebohongan dan menyebarkan desas-desus, gerakan fisik yang negatif saat bertemu dengan korban, mendorong orang lain untuk tidak berbuat baik pada seseorang, dan merusak reputasi sosial.
Perundungan Relasional
Pelaku perundungan ini biasanya siswa yang populer. Pelaku melakukan dengan memutuskan siapa yang diterima di lingkup pertamanan atau sekolah dan siapa yang tidak diterima. Senjata yang digunakan pelaku yaitu dengan mengisolasi, mengecualikan, dan mengucilkan orang lain.
Cyberbullying
Cyberbullying adalah bentuk perundungan melalui jaringan internet. Cyberbullying biasa dilakukan dengan mengunggah gambar yang mengirim ancaman secara daring maupun gambar yang memalukan korban. Remaja sebagai generasi yang paling akrab dengan internet, menjadi cyber bullying menjadi masalah yang berkembang di kalangan anak muda. Bahkan pada banyak kejadian, pelaku dan korban cyberbullying justru tidak saling mengenal.
Serial Bullies
Jenis perundungan ini bersifat terkontrol, sistematis dan diperhitungkan dalam pendekatan mereka. Guru maupun orang tua tidak tahu apa yang mampu dilakukan oleh pelaku intimidasi berantai. Pelaku perundungan ini tampil manis, menawan, dan karismatik bagi figur otoritas. Namun, mereka bisa menjadi sosok yang dingin dan menakutkan di hadapan para korban. Oleh karena itu, pelaku serial bullies biasanya manipulator dan pembohong yang terampil.
Jika kalian menemukan kejadian seperti itu segera beri pertolongan pada korban. Atau jika kejadian itu terjadi pada kalian, segeralah minta pertolongan pada orang lain. (dan/tur)






