Surabaya (beritajatim.com) – Para pecinta Serie A pasti akrab dengan Chievo Verona. Terutama mereka yang mengikuti Serie A sejak tahun 90-an sebelum ekspansi Liga Inggris ke Asia. Mengenang Seria A musim 2001/02, Chievo yang sebelumnya hanya klub kecil di pinggiran Vero secara ajaib mampu promosi ke Serie A.
Perjalannanya di Serie A pun tak bisa diremehkan. Bahkan, Chievo sempat mengakhiri musim di peringkat 4 pada gelaran Seria A tahun 2006/07. Namun petaka Chievo menghampiri, pada Agustus 2021, klub ini resmi dinyatakan bangkrut.
Ada beberapa alasan atas kebangkrutan yang dialami klub Italia ini. Problem utama dari bangkrutnya Chievo sebenarnya disebabkan oleh masalah keuangan yang pailit. Ini dibuktikan pada Juli 2021, pengadilan Italia menyatakan jika Chievo akan dikeluarkan dari Serie B musim 2021/2022, jika mereka tidak mampu memperbaiki stabilitas keuangan. Padahal, Chievo di musim sebelumnya masih berhasil mengakhiri liga dengan finish di posisi ke-8. Dengan posisi itu, mereka berkesempatan masuk zona play-off sebagai klub promosi.
Chievo tidak begitu saja menyerah pada nasib, nyatanya pihak Chievo pernah ajukan banding hingga 3 kali terkait hasil pengadilan yang mewajibkan Chievo untuk menanggulangi masalah keuangan. Namun hasilnya, ajuan banding klub Chievo ditolak lantaran secara definitif dikeluarkan dari Serie B. Dengan begitu, Chievo harus rela terjun bebas pada Serie D atau dengan kata lain harus memulai lagi dari divisi amatir.
Belum selesai disitu, penderitaan klub Chievo kian bertambah soal hutang klub. Chievo ternyata masih punya hutang pembayaran pajak yang harus dibayarkan dalam waktu dekat. Saat itu, Chievo diberi waktu hingga tanggal 24 Agustus 2021 guna menemukan investor baru demi menyelesaikan keuangan sebagai syarat untuk ikut kompetisi Liga Italia Serie D. Sayang, sampai waktu jatuh tempo tak ada investor yang tertarik, hingga Chievo resmi dinyatakan bangkrut.
Tak berselang lama dari berita soal kebangkrutan Chievo tersebar, Pellissier, legenda Chievo Verona merespon dengan unggahan postingan yang berisi kata-kata sedih. “Saya hanya minta maaf sebab saya tidak punya waktu yang sangat sedikit dan periode yang sangat rumit guna dapat menemukan sponsor. Selamat tinggal Chievo tersayang dan bagi saya Anda akan selalu menjadi tim terpenting dalam hidup,” tulisnya di akun Instagram pribadi. (dan/tur)






