Lamongan (beritajatim.com) – Vaksinasi Covid-19 di Lamongan terus digelar di beberapa tempat. Namun vaksinasi reguler untuk balita (bayi lima tahun) masih terbengkalai dan telat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, dr Taufik Hidayat menyampaikan bahwa memang sejak lama stok vaksin reguler untuk balita kosong, mulai dari BCG, MR, Pentavalen dan IPV.
“Sejak ada vaksin Covid-19 ini, memang ketersediaan vaksin rutin dari Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) di Provinsi bergantian yang kosong,” ungkap dr Taufik, Selasa (14/9/2021).
Lebih lanjut, dr Taufik menyebut bahwa pengadaan vaksin rutin untuk vaksinasi balita itu dari Instalasi Farmasi Pusat (IFP). Tetapi informasi terakhir, imbuh dr Taufik, oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur sedang melakukan proses pengadaan dari pusat.
“Biasanya alokasi, lalu dari IFK sini kemudian memasok atau menyalurkan ke beberapa puskesmas setempat satu bulan sekali,” imbuhnya.
Diketahui, sejumlah puskesmas di Lamongan memperoleh vaksin program pemerintah itu dari Dinas Kesehatan. Saat ini, pihak puskesmas mengaku masih mempunyai vaksin, karena sisa stok beberapa bulan lalu. Meski begitu, jumlahnya kini semakin menipis.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Moch Nukhun, petugas dari Puskesmas Kecamatan Deket. Berdasarkan data per tanggal 14 September 2021 ini, sejumlah vaksin di puskesmas Deket masih memiliki stok.
“Stok vaksin saat ini masih ada. Vaksin BCG 44 vial, MR 67 vial, Pentavalen 60 vial, IPV/Polio Injeksi 46 vial, dan Polio tetes/OPV 47 vial,” ujar Nukhun.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksinasi-lamongan”]
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, petugas bagian vaksin di Puskesmas Kecamatan Karanggeneng, Mukiyah mengatakan, jika stok vaksin reguler untuk balita di Puskesmas setempat saat ini kondisinya sedang menipis.
“Hari ini masih proses pengambilan di GFK (Gudang Farmasi Kabupaten). Di puskesmas sini masih ada, tapi stoknya menipis,” kata Mukiyah. [riq/but]






